Diduga Pungli Berkedok Study Tour Dilakukan SDIT Al-Munawwar di Nanggung

0
Pungli
Pamflet rundown kegiatan study tour. Foto (Kiriman Wali murid)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Diduga pungutan liar (pungli) berkedok study tour masih saja terjadi meskipun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah melarang karena dianggap membebankan secara finansial bagi orang tua.

Di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sebuah sekolah dasar swasta yang berlokasi di Kampung Pekapuran RT 01 RW 06 Desa Parakanmuncang, bernama SDIT Al-Munawwar masih menggelar study tour dengan pungutan biaya sebesar Rp150 ribu per siswa.

Informasi yang diterima Narasitoday.com, kegiatan study tour tersebut dilaksanakan di salah satu destinasi wisata edukasi di Kota Bogor, yaitu The Jungle. Bahkan, kegiatan ini bukan yang pertama kali dilakukan sekolah tersebut.

Baca Juga :  PRO DAN KONTRA STUDY TOUR SEKOLAH

“Sudah beberapa kali SDIT Al-Munawwar mengadakan study tour ke Jungle. Kali ini setiap murid diminta membayar Rp150 ribu. Kalau ikut orang tua, ya dua kali lipat, jadi Rp300 ribu,” ungkap salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Rabu (22/10/2025).

Ia mengaku keberatan dengan biaya tersebut, namun tetap ikut karena banyak orang tua lain yang juga mengizinkan anaknya berangkat.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Gercep Tindak Oknum Pungli di Wisata Sukamakmur

“Keberatan sih, tapi karena hampir semua ikut, anak saya juga jadi ingin ikut. Akhirnya ya mau tidak mau, saya ikut mendampingi meski agak terpaksa,” ujarnya.

Menurutnya, tidak semua orang tua siswa di SDIT Al-Munawwar berasal dari keluarga mampu. Ada yang harus memaksakan diri agar anaknya tidak merasa berbeda dengan teman-temannya.

“Setahu saya, Gubernur sudah melarang study tour karena dianggap memberatkan orang tua. Di sekolah ini, banyak yang ekonominya pas-pasan. Tapi sudah jadi kebiasaan, seolah-olah kegiatan itu wajib,” katanya.

Baca Juga :  Rumah Janda Lima Anak di Ciomas Rawan Roboh, Harapkan Bedah Rumah

Ia berharap pihak sekolah tidak menjadikan kegiatan seperti ini sebagai ajang bisnis berkedok kegiatan pendidikan.

“Kalau bisa, study tour ditiadakan saja. Jangan sampai kegiatan sekolah ini malah menimbulkan beban dan kecemburuan sosial antar orang tua,” ujarnya lagi.

Sementara itu, pihak SDIT Al-Munawwar ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kegiatan study tour tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.***

Wartawan : Andreas