NARASITODAY.COM – Seorang perempuan berusia 24 tahun, warga negara China, telah ditangkap dan didakwa atas kasus pencurian emas bernilai tinggi dari Museum Sejarah Alam di Paris. Insiden ini terjadi pada 16 September 2025 dan mengakibatkan kerugian sekitar US$1,7 juta atau Rp29 miliar.
Penyelidikan mengungkap bahwa pelaku masuk ke museum dengan cara merusak dua pintu menggunakan gerinda dan membobol etalase dengan obor las. Di lokasi kejadian, ditemukan berbagai alat seperti obor las, gerinda, obeng, gergaji, serta tabung gas yang digunakan dalam aksi tersebut.
Menurut laporan BBC pada Jumat (24/10/2025), rekaman CCTV menunjukkan bahwa pelaku memasuki museum sekitar pukul 01.00 dini hari dan keluar sekitar pukul 04.00 pagi.
Barang-barang yang dicuri termasuk:
- Bongkahan emas dari Bolivia yang merupakan sumbangan abad ke-18
- Emas dari wilayah Ural, Rusia, hadiah dari Tsar Nicholas I pada tahun 1833
- Emas California dari masa “demam emas”
- Emas Australia yang ditemukan pada tahun 1990
Otoritas menyatakan: “Hampir 6 kg emas asli dicuri, dengan kerugian diperkirakan mencapai 1,5 juta euro (US$1,7 juta)”.
Pelaku ditangkap di Barcelona, Spanyol, pada 13 Oktober saat hendak menuju kota tersebut. Saat penangkapan, ia sempat membuang sebagian emas yang telah dicairkan.
Kini, ia menghadapi dakwaan atas pencurian dan konspirasi kriminal. Kasus ini memicu kembali perdebatan tentang lemahnya sistem keamanan di museum-museum Prancis, terutama setelah insiden serupa terjadi di Museum Louvre beberapa minggu sebelumnya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














