Denada Fokuskan Anak pada Aktivitas Usia Dini Daripada Media Sosial

0
Denada
Penyanyi sekaligus instruktur zumba, Denada. Foto : sumut24.co

NARASITODAY.COM – Denada tetap teguh pada keputusannya untuk tidak menampilkan wajah putrinya, Aisha, di media sosial. Menurutnya, dunia digital belum ideal bagi anak-anak yang masih berada dalam fase perkembangan seperti Aisha.

β€œIni membuktikan kan bahwa memang social media itu tidak diperuntukkan anak-anak. Memang yang paling bijaksana adalah tunggu sampai seseorang itu cukup dewasa dan terbentuk mentalnya dan kepribadiannya supaya dia bisa mempergunakan sosial media itu untuk keuntungannya,” ujar Denada saat tampil di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga :  Konflik Kerajaan Mereda? Pangeran William Kirim Sinyal Rekonsiliasi Terbuka kepada Harry

Pelantun lagu Sambutlah itu menilai bahwa media sosial bisa menjadi sarana yang sangat berguna jika dimanfaatkan secara bijak. Namun, ia belum mengizinkan anaknya untuk terlibat di platform tersebut.

β€œKarena social media itu kalau mau dipakai dicari keuntungannya, orang bisa mendapat keuntungan macam-macam, bukan hanya ilmu, tapi juga uang, rezeki, opportunity, ilmu, dan lain… ya ilmu tadi aku sebutin. Tapi segala macam kita bisa lakukan dari situ dan banyak hal yang kita bisa dapat di situ,” ungkapnya.

Baca Juga :  Inggris Percepat Aturan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun

Denada juga menekankan bahwa tanpa pemahaman yang benar, media sosial justru bisa menimbulkan dampak buruk. Oleh karena itu, ia memilih untuk tidak mengenalkan media sosial kepada anaknya.

β€œTapi kalau misalnya kita gak ngerti bagaimana mempergunakannya, kita yang akan dimakan sama social media. Nah, itu yang jangan sampai. Makanya buat aku lebih baik anak-anak tidak usah diberikan exposure apa pun, paling gak ini keputusan aku ya,” tambahnya.

Baca Juga :  Karina Ranau Sampaikan Pesan Haru saat Dampingi Jenazah Epy Kusnandar di Ambulans

Ia lebih memilih agar Aisha fokus pada aktivitas yang sesuai dengan usianya, seperti bermain, berolahraga, bersosialisasi, belajar, dan beribadah.

β€œTerhadap social media biarkan dia tetap dengan fokusnya itu ke bermain, berolahraga, bersenang-senang, bersosialisasi dengan teman-temannya, bersekolah, belajar, beribadah, belajar tata krama, belajar sopan santun, norma-norma, dan lain sebagainya. Udah, habisin energinya di situ,” pungkasnya.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com