Empat Titik Pengisian Air Bersih Layani Truk Tangki di Kawasan Bogor

0
kawasan
Ilustrasi Air galon isi ulang. Foto : klikdokter.com

NARASITODAY.COM, BOGOR – Air galon isi ulang yang dikonsumsi oleh masyarakat Jabodetabek ternyata berasal dari berbagai sumber, salah satunya terletak di kawasan Babakan Madang, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di daerah ini, masih terdapat mata air alami yang dimanfaatkan sebagai sumber air minum. Selain itu, beberapa titik juga menggunakan sumur bor sebagai alternatif sumber air, yang lokasinya berada tidak jauh dari kawasan Sentul City.

Menurut laporan langsung CNBC Indonesia pada Rabu (29/10/2025), terdapat empat titik pengisian air minum yang melayani truk-truk tangki. Truk-truk ini kemudian mendistribusikan air ke berbagai depot air isi ulang.

Dari empat titik tersebut, dua di antaranya memanfaatkan mata air langsung, sementara dua lainnya menggunakan air dari sumur bor. Di lokasi Babakan Madang, terdapat dua kolam mata air dengan kedalaman berbeda satu sedalam 12 meter dan satu lagi 6 meter. Kolam-kolam ini ditutup agar tidak tercampur dengan air hujan.

Baca Juga :  BPBD Bogor Turun Tangan, 2.063 Warga Jonggol Terpaksa Antre Air Bersih

Proses Pengambilan dan Penyaringan Air

Adon, pemilik salah satu tempat pengisian air minum, menyebutkan bahwa ia menggunakan mata air bersih yang berada tepat di belakang lokasi pengisian.

“Kami pakai sumber mata air bersih langsung, kebetulan kolamnya ada di belakang tempat pengisian,” ujar Adon kepada CNBC Indonesia.

Air dari mata air tersebut disedot menggunakan selang dan dialirkan ke tempat penyimpanan sebelum dimasukkan ke truk tangki. Proses ini juga dilengkapi dengan penyaringan ganda untuk memastikan kualitas air tetap terjaga.

“Kami bisa sedot air bersih dari belakang menggunakan pipa. Nantinya kita simpan dulu di storage, kalau ada truk yang mau isi air, ya kita engga langsung alirkan ke truk, tapi ada proses filterisasi sebanyak 2 kali, agar airnnya lebih jernih dan aman dikonsumsi,” jelasnya.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru Asesmen Nasional 2026, Gabung TKA SD-SMP

Adon menambahkan bahwa mayoritas pelanggan yang datang ke tempatnya berasal dari depot air isi ulang berskala kecil hingga menengah.

“Ya yang biasanya isi di sini kebanyakan dari depot yang kecil hingga sedang,” ucapnya.

Sumur Bor Sebagai Alternatif Fleksibel

Di tempat pengisian lain, Dodo, seorang karyawan, menjelaskan bahwa mereka menggunakan sumur bor karena tidak memiliki akses ke mata air.

Air bersih di sini menggunakan sumur bor, karena memang kami tidak memiliki akses untuk mengambil mata air bersih,” kata Dodo.

Ia juga menyoroti keunggulan sumur bor yang lebih fleksibel dan tidak memerlukan lahan luas untuk kolam penyimpanan.

Baca Juga :  KM Kelimutu Selamatkan 8 Awak TB Equator 10 di Tengah Pelayaran Surabaya–Batulicin

“Sumur bor itu enggak perlu kolam penyimpanan yang luas, dan lebih aman saat musim kemarau,” ujarnya.

Kapasitas Kolam Mata Air Terbatas

Sementara itu, Ruyan (nama samaran), pemilik tempat pengisian lainnya, menyebutkan bahwa sumber air di tempatnya berasal dari mata air. Namun, karena ukuran kolam yang kecil dan kedalaman hanya 6 meter, truk-truk tangki jarang melakukan pengisian di sana.

“Kalau di sini sih jarang ya yang truk-truk itu, karena mereka kan kapasitasnya dari 5.000 hingga 8.000 liter. Airnya di sini engga cukup, makanya paling di sini digunakan untuk kebutuhan air bersih di lokasi proyek atau ya perbantuan ketika kemarau sudah tiba,”.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com