BPBD Cilacap Imbau Warga Jauhi Zona Longsor, Evakuasi Terus Berlangsung

0
Cilacap
Bersinergi Lakukan Evakuasi Korban di Lokasi Longsor. Foto : dok. Polda Jateng

NARASITODAY.COM, CILACAP — Suasana duka dan kecemasan menyelimuti Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, setelah tanah longsor hebat melanda kawasan tersebut pada Kamis malam (13/11/2025), sekitar pukul 20.00 WIB. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan yang dikoordinasi oleh Kantor SAR Cilacap kini tengah berjibaku mencari 21 warga yang dilaporkan hilang.

Bencana longsor ini menerjang dua dusun, yakni Cibuyut dan Tarukahan, dan berdampak langsung terhadap 28 warga. Camat Majenang, Aji Pramono, menyebut dua orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, lima orang selamat, dan sisanya masih dalam pencarian.

Baca Juga :  Hujan Deras Landa Ibu Kota, Banjir Meluas Sampai 67 RT Terendam

“Pagi ini, tim SAR gabungan kembali melakukan evakuasi dan pencarian. Masih ada 21 warga yang dalam pencarian,” ujar Aji, Jumat (14/11/2025).

Berdasarkan pendataan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, longsor tersebut merusak 12 rumah dan mengancam 16 rumah lainnya. Rumah-rumah yang terdampak di antaranya milik Surip, Ahmad, Kuswoyo, Subakir, Muslihin, Rohman, Abdul, Econg, Hendrik, Ayu, Atit, Ekem, Warim, Tarim, Warko, dan Imong.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, menyatakan bahwa seluruh warga di zona rawan telah dievakuasi karena tanah masih menunjukkan pergerakan di beberapa titik.

Baca Juga :  Ngeri!! Tiang Listrik Tegangan Tinggi Roboh Timpa Bangunan Pesantren di Leuwiliang

Warga di zona rawan telah dievakuasi. Tanah masih bergerak di sejumlah titik sehingga kami meminta warga menjauhi area dan mengikuti arahan petugas,” kata Budi.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, relawan, dan masyarakat, terus melakukan penyisiran di lokasi terdampak. Medan yang berat dan kondisi tanah yang labil menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.

Baca Juga :  Harga Brompton Turun Signifikan Setelah Pandemi, Tapi Ancaman Impor Gelap Masih Mengintai

Aji Pramono menduga longsor ini merupakan akumulasi dari hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. “Kalau kemarin hujannya normal. Ini (longsor) mungkin dampak dari hujan lebat yang terjadi selama beberapa hari sebelumnya, terakumulasi, sehingga tanah tidak mampu menahan beban,” jelasnya.

Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, suasana haru dan harap menyelimuti posko pengungsian. Warga yang selamat kini ditampung di tempat aman, sementara petugas terus berjaga untuk mengantisipasi longsor susulan.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com