Skandal Jeffrey Epstein Menyeret Eks Menkeu AS Larry Summers, Mundur dari Aktivitas Publik

0
Larry Summers
Ilustrasi Universitas Harvard. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, WASHINGTONLarry Summers, mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) di era Presiden Bill Clinton dan kini menjadi pengajar terkemuka di Universitas Harvard, terseret dalam skandal predator seksual terpidana, Jeffrey Epstein. Kasus ini mencuat setelah rincian komunikasi pribadi antara keduanya terungkap ke publik, memaksa Summers mengundurkan diri dari sejumlah aktivitas publiknya.

Summers, yang juga menjabat sebagai Dewan di perusahaan kecerdasan buatan OpenAI dan kolumnis di laman Bloomberg, mengaku akan tetap bekerja di Harvard namun memilih menjauh dari sorotan publik lainnya.

Kronologi dan “Nasihat Pribadi”

Skandal ini mencuat setelah The Harvard Crimson memublikasikan rangkaian email antara Summers dan Epstein. Komunikasi tersebut terungkap dari lebih dari 20.000 dokumen yang dirilis Komite Pengawasan DPR AS pekan lalu, sebagai bagian dari investigasi yang lebih luas terkait jaringan Epstein.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Resmi Terapkan Sistem Manajemen Talenta untuk Tingkatkan Profesionalisme ASN

Laporan Crimson menyebutkan bahwa Summers pernah meminta “nasihat pribadi” kepada Epstein terkait “hubungan romantisnya dengan seorang perempuan” yang ia sebut sebagai “anak didiknya.”

Email dan pesan teks itu terjadi antara November 2018 hingga Juli 2019, menunjukkan bagaimana Summers beberapa kali meminta pandangan Epstein, yang ia sebut sebagai “teman dekat.” Jeffrey Epstein sendiri telah meninggal karena bunuh diri di penjara pada tahun 2019, setelah kasusnya mengungkap keterlibatan sejumlah tokoh elit global, termasuk Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris.

Menanggapi pengungkapan ini, Summers menyampaikan penyesalan mendalam.

Baca Juga :  Jalan Kaki: Aktivitas Sederhana yang Memiliki Manfaat Besar untuk Lansia

“Saya sangat malu atas tindakan saya dan menyadari rasa sakit yang ditimbulkannya,” ujar Summers dalam pernyataan. “Saya bertanggung jawab penuh atas keputusan saya yang salah untuk terus berkomunikasi dengan Tuan Epstein,” tegasnya.

Tuntutan Etika dan Investigasi

Skandal ini menjadi bola panas baru dalam lingkaran elit politik AS. Jaksa AS Manhattan kini tengah menyelidiki hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh terkemuka lainnya, termasuk mantan Presiden Bill Clinton, investor Reid Hoffman, hingga petinggi di JPMorgan Chase. Bahkan Presiden AS Donald Trump diketahui juga sempat menjalin hubungan dekat dengan pria tersebut.

Di Capitol Hill, DPR AS tengah memberikan suara pada Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan mewajibkan Departemen Kehakiman merilis dokumen investigasi Epstein secara menyeluruh.

Baca Juga :  5 Ciri-Ciri Mental Block yang Harus Diketahui dan Cara Mengatasinya

Tuntutan etika paling keras datang dari Senator Elizabeth Warren, yang juga mantan profesor Harvard Law. Warren mendesak Harvard untuk memutus hubungan dengan Summers, berargumen bahwa hubungannya dengan Epstein membuatnya “tak bisa dipercaya” sebagai pendidik.

“Jika ia tak mampu menjaga jarak dari seorang terpidana pelaku kejahatan seksual setelah semua yang diketahui publik, maka Summers tidak bisa dipercaya untuk menasihati pembuat kebijakan, atau mengajar mahasiswa di Harvard,” ujar Warren.

Saat ini, Summers masih memimpin Mossavar-Rahmani Center for Business and Government di Harvard Kennedy School dan mengajar lima mata kuliah semester ini, menjadikannya sosok yang menghadapi dilema moral dan etika publik yang serius.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com