NARASITODAY.COM – Doomscrolling adalah kebiasaan menggulir terus-menerus di media sosial untuk mencari berita negatif atau informasi buruk, yang seringkali menyebabkan kelelahan mental serta menurunnya fokus dan suasana hati. Agar tidak terjebak dalam pola ini, berikut 5 cara efektif yang bisa kamu coba untuk berhenti doomscrolling dan mengembalikan fokus serta kesehatan mental.
1. Sadari Pemicu Doomscrolling
Mengenali apa yang membuatmu mulai doomscrolling adalah langkah pertama penting. Apakah karena stres, bosan, atau kecemasan? Dengan memahami pemicu ini, kamu bisa mulai mengganti kebiasaan tersebut dengan aktivitas lain yang lebih positif saat situasi itu muncul.
2. Batasi Waktu Penggunaan Ponsel
Terlalu lama berada di media sosial tanpa batas waktu membuat doomscrolling jadi lebih mudah terjadi. Tetapkan waktu khusus, misalnya hanya 10 menit setiap sesi untuk membuka aplikasi, dan gunakan fitur timer atau batasan waktu yang tersedia di ponsel agar penggunaan lebih terkontrol.
3. Bersihkan Timeline dari Konten Negatif
Isi timeline bisa sangat memengaruhi mood dan pola doomscrolling. Cobalah unfollow atau mute akun-akun yang sering membagikan berita negatif, gosip, atau hal yang membuatmu cemas. Sebaliknya, isi timeline dengan konten yang lebih ringan, inspiratif, dan positif.
4. Ganti Kebiasaan Doomscrolling dengan Aktivitas Positif
Ketika merasa ingin scrolling tanpa tujuan, lakukan aktivitas singkat yang membuatmu lebih “grounded” seperti menarik napas dalam, berdiri sejenak, minum air, atau merapikan meja. Aktivitas kecil ini membantu mengalihkan perhatian dan mengurangi dorongan impulsif.
5. Ciptakan Zona Bebas Ponsel
Tentukan waktu atau momen tertentu seperti saat makan atau sebelum tidur sebagai “zona bebas ponsel.” Menjauhkan ponsel pada momen penting ini membantu mencegah kamu terjebak doomscrolling dan lebih fokus pada dunia nyata serta menjaga kesehatan mental.
Dengan menerapkan cara-cara ini, kamu bisa menghindari kelelahan mental akibat doomscrolling yang tak terkendali sekaligus mengembalikan fokus dan energi untuk hal-hal yang lebih bermakna. Menjaga keseimbangan antara konsumsi informasi dan aktivitas offline adalah kunci untuk kesejahteraan pikiran di era digital.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














