Geger! 303 Siswa dan 12 Guru Diculik dalam Serangan Kelompok Bersenjata di Nigeria

0
WNI
Ilustrasi bayangan cewe yang ingin diculik pria. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, ABUJA – Sebanyak $303$ siswa sekolah dan $12$ guru diculik oleh kelompok bersenjata dalam sebuah serangan brutal pada Jumat (21/11/2025) di Sekolah Katolik St. Mary di Negara Bagian Niger, Nigeria. Penculikan besar-besaran ini terjadi di tengah memburuknya situasi keamanan di negara terpadat di Afrika tersebut.

Awalnya, laporan menyebutkan $215$ anak yang diculik, namun angka tersebut diperbarui menjadi $303$ anak setelah Asosiasi Kristen Nigeria (CAN) melakukan verifikasi dan sensus akhir, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Yang Mulia Bulus Dauwa Yohanna, ketua cabang CAN Negara Bagian Niger.

“Kami sedang berupaya untuk memastikan anak-anak kembali dengan selamat,” ujar juru bicara CAN Daniel Atori, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Polisi mengonfirmasi bahwa serangan terjadi sebelum fajar dan mengatakan tentara serta personel keamanan lainnya telah dikerahkan ke lokasi. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan ini.

Baca Juga :  Megawati Hangestri dan Kawan-kawan Bawa Petrokimia Raih Juara Tiga Proliga 2025

Sekolah St. Mary’s diklasifikasikan sebagai SMP, namun citra satelit menunjukkan kompleks tersebut terhubung dengan SD di sebelahnya, memiliki lebih dari $50$ bangunan termasuk ruang kelas dan asrama, dan terletak dekat dengan jalan utama yang ramai.

Serangan ini sontak menciptakan suasana panik yang mencekam di antara masyarakat, dengan keluarga-keluarga bergegas mencari anak-anak yang hilang. Dauda Chekula, 62 tahun, menceritakan bahwa empat cucunya yang berusia tujuh hingga 10 tahun juga ikut diculik.

Baca Juga :  Kamu Harus Tau, Begini Filosofi Back To School Menurut Hj Siti Muntamah Oded Anggota DPRD Jabar

“Kami tidak tahu apa yang terjadi sekarang, karena kami belum mendengar kabar apapun sejak pagi ini. Anak-anak yang berhasil melarikan diri telah berhamburan dan satu-satunya informasi yang kami peroleh adalah para penyerang masih bergerak bersama anak-anak yang tersisa ke semak-semak,” ujarnya kepada kantor berita The Associated Press.

Pemerintah Negara Bagian Niger mengakui bahwa situasi ini dapat dihindari. Dalam sebuah pernyataan dari sekretaris pemerintah, diungkapkan bahwa pihak berwenang sebelumnya telah menerima peringatan intelijen mengenai meningkatnya ancaman di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Explore! 5 Pantai Eksotis di Pantura Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi

Pernyataan pemerintah juga menyebutkan bahwa sekolah tersebut dibuka kembali tanpa pemberitahuan atau izin dari pemerintah setempat, yang pada akhirnya menempatkan siswa dan staf dalam risiko yang seharusnya dapat dicegah.

Menanggapi krisis nasional ini, Presiden Bola Tinubu membatalkan rencana kunjungan pentingnya ke KTT G20 di Afrika Selatan. Wakil Presiden Kashim Shettima akan hadir menggantikannya, demikian disampaikan dalam pernyataan kepresidenan melalui platform X. Keputusan ini menekankan urgensi dan prioritas tinggi yang diberikan pemerintah terhadap krisis keamanan ini.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com