Topan Fina Hantam Australia Utara, 19.000 Warga Darwin Kehilangan Listrik

0
listrik
Ilustrasi Badai besar di atas cakrawala Sydney. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, DARWIN – Ribuan warga di Teritori Utara, Australia, terpaksa hidup tanpa listrik pada Minggu (23/11/2025), setelah Topan Tropis Fina menerjang wilayah tersebut semalam. Angin kencang badai Kategori Tiga ini merusak sejumlah area, termasuk ibu kota Darwin, dan memicu pemadaman listrik secara meluas.

Biro Meteorologi Australia mencatat Fina sebagai siklon kategori tiga pada Minggu. Meskipun badai bergerak menjauh dari Darwin, angin tercatat mencapai $205$ km/jam setelah sebelumnya melintas sebagai siklon tropis yang parah pada Sabtu malam. Siklon kategori tiga dapat merusak bangunan, merobohkan pepohonan, menghancurkan tanaman, dan memicu pemadaman listrik.

Baca Juga :  Listrik Padam? Berikut 5 Tips Aman untuk Menghadapi Situasi Darurat

Kepala Menteri Lia Finocchiaro mengonfirmasi bahwa sekitar 19.000 orang terdampak pemadaman listrik akibat siklon tersebut. Selain itu, badai juga menyebabkan kerusakan properti dan genangan di sejumlah jalan, meskipun ia memastikan tidak ada laporan cedera warga sejauh ini.

Baca Juga :  Kabel PLN di Pangkaljaya Amburadul, Bahayakan Warga

Bagi warga Darwin yang berpenduduk sekitar $140.000$ jiwa, kehadiran Fina kembali memunculkan memori pahit akan Siklon Tracy. Badai Natal tahun 1974 itu menghancurkan sebagian besar kota dan menewaskan 66 orang, menjadikannya salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah Australia.

Namun, menghadapi Topan Fina kali ini, Lia Finocchiaro memuji kesiapan dan solidaritas warga wilayah tersebut.

“Siklon ini memperlihatkan wilayah yang bersatu dan siap menghadapi apa yang akan datang,” ujar Lia, dilansir dari Reuters.

Baca Juga :  Fans Thailand Cemooh Federasi Sendiri, Sementara Timnas Indonesia U-22 Bersiap untuk ASEAN Cup

Saat ini, pihak berwenang telah mengimbau masyarakat untuk menjauhi kabel listrik yang jatuh, sementara petugas mulai melakukan penilaian kerusakan dan perbaikan di lapangan.

Sebagai langkah antisipasi, Bandara Internasional Darwin yang ditutup sejak Sabtu, menyatakan pada Minggu bahwa pihaknya “berusaha untuk memulihkan operasi sesegera mungkin setelah keadaan aman untuk melakukannya.”***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com