PT Antam Pongkor Tinggalkan Jejak Kebaikan, Program CSR yang Majukan Ekonomi dan Pariwisata Geopark

0
PT Antam Pongkor
Komitmen PT Antam UBPE Pongkor dalam mendukung percepatan pengembangan Geopark Bogor Halimun Salak semakin nyata. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Komitmen PT Antam UBPE Pongkor dalam mendukung percepatan pengembangan Geopark Bogor Halimun Salak semakin nyata.

Sebagai salah satu geosite penting di kawasan geopark, Antam tampil bukan hanya sebagai perusahaan tambang, tetapi juga mitra strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam mewujudkan geopark berkelas dunia.

CSR Manager PT Antam UBPE Pongkor, Arif Rahman Saleh, menegaskan bahwa keberadaan perusahaan di kawasan Pongkor bukan sekadar menjalankan operasional pertambangan, tetapi juga memberi nilai tambah jangka panjang melalui pengembangan geosite, edukasi geologi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Salah satu geosite itu ada di wilayah kami. Karena itu kami berkolaborasi secara penuh dengan Pemda untuk mendorong Geopark Bogor Halimun Salak menuju pengakuan internasional,” ujar Arif, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga :  Rudy Susmanto Tegaskan Agar Lahan Pertanian dan Perikanan Harus Tetap Produktif Demi Swasembada Pangan

Antam Siapkan Lima Geosite Strategis

Untuk mendukung destinasi geopark, Antam menyiapkan lima titik geosite.

Tiga di antaranya melibatkan masyarakat secara langsung, sedangkan dua titik berada di dalam kawasan perusahaan.

Setiap lokasi dirancang sebagai ruang edukasi geologi, konservasi, sekaligus destinasi wisata berbasis sains.

PT Antam
Tengah menggelar Forum Geopark Bogor Halimun Salak 2025 di Leuweung Geledegan Ecolodge, Tamansari. Foto (Ist)

Beberapa geosite yang tengah dipersiapkan antara lain Kawasan Wisata Cikaret (Kawaci), Museum Tambang Pongkor, serta titik-titik interpretasi geologi pascatambang.

“Beberapa titik sudah siap, sebagian lagi dalam tahap pembangunan. Semua berjalan paralel karena konsep geosite harus matang dan berkelanjutan,” jelas Arif.

Libatkan Masyarakat, Dorong Ekonomi Lokal

Keunggulan pendekatan Antam adalah pelibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan geosite.

Destinasi yang berada di luar area perusahaan sepenuhnya dikelola kelompok masyarakat, dengan pembinaan dari Antam.

Baca Juga :  Pastikan Kelancaran SPMB, Jajaran Pemkab Bogor Monitoring Langsung Ke Wilayah

Selain fokus pada geopark, Antam juga memperkuat pembangunan ekonomi warga sekitar melalui program pemberdayaan UMKM, kelompok petani, dan peternak.

Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meninggalkan dampak positif jangka panjang setelah operasional tambang berakhir.

“Kami ingin ketika Antam nantinya tidak lagi beroperasi, ekonomi masyarakat tetap berjalan. Itu prinsip keberlanjutan yang kami pegang,” kata Arif.

Kontrak kerja Antam di Pongkor sendiri berlangsung hingga 2031, dan saat ini perusahaan berharap dapat melanjutkan keberlanjutan kontribusi melalui perpanjangan izin operasional.

Pemkab Bogor Apresiasi Kolaborasi Antam

Sebelumnya, Pemkab Bogor menggelar Forum Geopark Bogor Halimun Salak 2025 di Leuweung Geledegan Ecolodge, Tamansari.

Baca Juga :  5 Tempat Eksotis di Zimbabwe yang Menawarkan Petualangan Seru

Forum tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Badan Pengelolaan Geopark, Ajat Rochmat Jatnika.

Ajat menegaskan, kawasan Geopark Bogor Halimun Salak memiliki potensi luar biasa dalam konservasi, edukasi, dan wisata alam. Ia mengapresiasi dukungan sektor swasta seperti Antam yang berperan memperkuat struktur geopark.

“Jika dikelola dengan tepat, kawasan ini sangat berpeluang menjadi destinasi global,” ujar Ajat.

Pemkab Bogor saat ini terus memperkuat infrastruktur jalan menuju geosite, menyediakan rambu geopark, meningkatkan promosi, hingga memasukkan edukasi geopark ke sekolah-sekolah di 15 kecamatan dan 172 desa.

Ajat menekankan bahwa geopark harus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat, tanpa mengabaikan prinsip konservasi lingkungan.***

Wartawan : Andreas