NARASITODAY.COM, WASHINGTON D.C. – Sebuah serangan mendadak mengguncang pusat kota Washington D.C. hari ini, hanya beberapa blok dari Gedung Putih. Insiden baku tembak terjadi antara seorang pria bersenjata dengan personel National Guard yang berujung pada cedera serius dua prajurit dan penangkapan pelaku yang juga terluka tembak.
Dua prajurit National Guard kini dalam kondisi kritis di rumah sakit, kata Direktur FBI Kash Patel. Sementara motif penyerangan belum diketahui, seorang pejabat Departemen Kehakiman kepada Reuters mengonfirmasi bahwa insiden ini tengah diselidiki sebagai tindakan terorisme.
Wali Kota Washington D.C., Muriel Bowser, menegaskan bahwa serangan tersebut bersifat spesifik. “Ini adalah serangan terarah,” tegasnya.
Asisten Kepala Polisi Metropolitan Jeff Carroll menjelaskan, serangan terjadi sekitar pukul 14.15 waktu setempat. Kedua prajurit dari West Virginia tersebut sedang melakukan “patroli visibilitas tinggi” di sudut 17th dan I Street, dekat Farragut Square sebuah area yang ramai dan biasa dipadati pekerja kantoran saat jam makan siang.
Carroll menyebutkan, pelaku tiba-tiba muncul dari balik sudut dan langsung melepaskan tembakan. Baku tembak singkat tak terhindarkan sebelum anggota National Guard lainnya berhasil melumpuhkan dan menangkap pelaku.
Pelaku berhasil dilumpuhkan setelah mengalami luka tembak saat kejadian. Identitas pelaku maupun korban belum diumumkan, namun beberapa laporan media menyebut pelaku diduga merupakan warga negara Afghanistan.
Di tengah insiden, Gedung Putih sempat dikunci (lockdown) sementara waktu. Aparat gabungan dari berbagai lembaga federal dan otoritas Washington D.C. langsung mengamankan area.
Kesaksian dari lokasi menggambarkan suasana yang kacau. Mike Ryan (55) mengatakan ia tengah berjalan untuk membeli makan siang ketika mendengar suara tembakan. Ketika kembali, ia melihat dua anggota National Guard tergeletak di jalan dengan sejumlah orang berusaha memberikan pertolongan.
Saksi lain, Emma McDonald, menceritakan kengerian saat melihat salah satu prajurit dibawa dengan tandu, “kepalanya berlumuran darah dan alat kompresi otomatis terpasang di dadanya.”
Saat serangan terjadi, Presiden AS Donald Trump berada di resor miliknya di Palm Beach, Florida, menjelang libur Thanksgiving. Melalui unggahan di media sosial, Trump mengecam pelaku dan memuji respons cepat dari National Guard.
Trump menyebut pelaku sebagai “binatang” yang akan “membayar harga yang sangat mahal”. Wakil Presiden JD Vance sendiri dilaporkan tengah berada di Kentucky.
Menyusul penembakan ini, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan bahwa Presiden Trump telah meminta tambahan 500 personel National Guard untuk memperkuat keamanan di Washington D.C.
Pengerahan National Guard ke Washington D.C. sendiri telah berlangsung sejak Agustus 2025, sebagai bagian dari kebijakan pengetatan imigrasi dan penanggulangan kriminalitas. Hingga Rabu, terdapat sekitar 2.200 personel National Guard di Washington.
Meskipun menuai kritik dari pejabat lokal dan Demokrat, Trump berulang kali menyebut kriminalitas di ibu kota menurun berkat kehadiran pasukan tersebut sebuah klaim yang kini dipertanyakan menyusul serangan terarah ini.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













