Lima Tahun Rusak, Rumah Warga Disabilitas di Bogor Masih Menunggu Perbaikan

0
Rumah rusak
Luthfi Mukhtadi (41), saat menunjukkan atap rumahnya yang sering bocor dikala hujan datang didirinya dalam bayang bayang was-was. Foto (Andres/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, BOGOR – Sebuah rumah milik Luthfi Mukhtadi (41), warga disabilitas di Kampung Kedung Umpal, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berada dalam kondisi rusak berat dan belum mendapatkan perbaikan.

Bangunan yang dihuni lima orang tersebut mengalami kerusakan sejak sekitar lima tahun terakhir.

Dinding rumah tampak rapuh dan bagian atap hanya dilapisi terpal. Setiap hujan, air kerap masuk ke dalam rumah.

Baca Juga :  RSUD R. Moh. Noh Nur Pererat Silaturahmi Antar Karyawan Dengan SALAMAN

“Setiap sore kalau hujan saya harus waspada. Kemarin saja atap sempat ambruk,” kata Luthfi, Selasa (2/11/2025).

Ia mengaku sering kesulitan tidur karena kebocoran dan kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk beristirahat dengan nyaman.

“Hujan sedikit saja bocor. Jadi was-was terus,” ujarnya.

Baca Juga :  Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT, KPK Dalami Dugaan Korupsi

Luthfi menyebut sudah berupaya mengajukan permohonan perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

Upaya lain dilakukan dengan mengirim laporan melalui berbagai kanal pengaduan, termasuk media sosial sejumlah instansi dan lembaga. Namun, menurutnya, belum ada respons yang menjelaskan tindak lanjut permohonannya.

Baca Juga :  Desa Setu Bangun Gedung Dua Lantai Multifungsi dari Program Samisade

“Data sudah masuk, tapi nggak tahu diproses kapan,” lirih Luthfi.

Luthfi tinggal bersama keluarga dengan penghasilan yang terbatas. Ayahnya bekerja sebagai ojek pangkalan dan sesekali mengumpulkan barang rongsok. Ia menegaskan belum pernah menerima bantuan sosial apa pun.

“Saya warga disabilitas yang butuh bantuan. Rumah ini sudah tidak layak,” tuturnya.***

Wartawan : Andreas