YouTube Akhirnya Menyesuaikan Diri dengan Aturan Medsos Australia untuk Pengguna Muda

0
YouTube
Ilustraasi YouTube. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, AustraliaGoogle melalui anak perusahaannya, YouTube, akhirnya menyatakan kepatuhan terhadap aturan baru pemerintah Australia yang melarang anak-anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.

Sikap ini menandai berakhirnya penolakan dan lobi keras yang sebelumnya dilakukan oleh platform-platform teknologi raksasa, termasuk YouTube sendiri, terhadap kebijakan ketat tersebut.

Aturan yang akan berlaku mulai 10 Desember 2025 ini menetapkan denda hingga A$49,5 juta (US$32,5 juta) bagi platform yang melanggar.

Awalnya, YouTube sempat mendapat pengecualian karena platform tersebut diklaim lebih berfokus pada konten video dan edukasi, bukan fungsi jejaring sosial. Namun, pemerintah Australia kemudian memperluas cakupan aturan ini menyusul keberatan dari platform lain yang merasa diperlakukan tidak adil.

Baca Juga :  Sup Jagung Daun Kemangi: Kombinasi Sempurna Rasa dan Nutrisi untuk Cuaca Dingin

Pada Rabu (3/12/2025), sepekan menjelang pemberlakuan aturan, YouTube secara resmi mengumumkan sikapnya.

“Kami akan mematuhi hukum dan menerapkan pembatasan usia sebagaimana diwajibkan,” tulis YouTube dalam blog resmi mereka.

Meskipun menyatakan tunduk pada hukum, YouTube tetap menekankan ketidaksetujuan mereka terhadap klasifikasi platform sebagai layanan media sosial, yang menurut mereka “fundamental berbeda” dari jejaring sosial tradisional.

Mulai 10 Desember, pengguna YouTube berusia di bawah 16 tahun akan secara otomatis dikeluarkan (signed out) dari akun mereka.

Pengguna remaja tersebut tetap dapat menonton video tanpa login. Namun, mereka akan kehilangan sejumlah fungsi interaktif penting yang membuat YouTube menjadi platform komunitas, termasuk:

  • Menyukai (like) konten.
  • Berkomentar.
  • Berlangganan (subscribe) channel.
  • Mengunggah konten, yang secara langsung akan berdampak pada kreator remaja.
Baca Juga :  Google Berupaya Memperbaiki Kesalahan Informasi Nilai Tukar Rupiah

Sayangnya, YouTube tidak memberikan rincian tentang bagaimana proses verifikasi usia ini akan dilakukan di tingkat teknis. Platform juga telah mengirim email kepada orang tua, mengingatkan bahwa kontrol orang tua yang terpasang saat anak login tidak akan berfungsi lagi setelah aturan ini berjalan.

Keputusan YouTube untuk patuh menjadi sorotan mengingat data dari regulator eSafety Commissioner.

Menurut data eSafety, YouTube memiliki sekitar 325.000 pengguna Australia berusia 13–15 tahun, menjadikannya platform terbesar kedua setelah Snapchat di kelompok usia ini.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Strategi Bangkitkan Industri Tekstil yang Terpuruk

Selain itu, laporan regulator menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga anak usia 10–15 tahun di Australia mengaku pernah melihat konten berbahaya di YouTube. Angka ini dilaporkan lebih tinggi dibanding platform media sosial lainnya, memperkuat argumen pemerintah untuk memperluas cakupan aturan.

Sebelumnya, raksasa teknologi lain seperti Meta (pemilik Facebook dan Instagram), TikTok, serta Snapchat telah menyatakan komitmen mereka untuk mematuhi kebijakan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, hanya X (milik Elon Musk) dan Reddit dari daftar yang ditetapkan pemerintah yang belum menyatakan komitmen kepatuhan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber