Drone RSF Serang Markas Militer di El-Obeid, Pertempuran Sengit Meletus di Kordofan

0
drone
Pertempuran kembali memanas di Kordofan Utara, Sudan. Sebuah drone milik RSF dilaporkan meledak dekat markas Divisi ke-5 Angkatan Darat di El-Obeid, sementara klaim perebutan pangkalan di Babanusa dibantah SAF.Foto : aa.com.tr

NARASITODAY.COM, SUDAN— Pertempuran sengit kembali berkobar di wilayah Kordofan Utara, Sudan selatan, pada hari Selasa (02/12/2025). Penduduk di ibu kota regional, El-Obeid, melaporkan bahwa sebuah drone milik paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) meledak di dekat markas Divisi Angkatan Darat Sudan (SAF).

Serangan di El-Obeid ini menargetkan pangkalan Divisi ke-5 Angkatan Darat, yang terletak di wilayah strategis sekitar 400 kilometer barat daya Khartoum. El-Obeid dikenal sebagai pusat jalur pasokan utama yang menghubungkan Darfur dengan ibu kota negara, serta berada di daerah kaya minyak.

Baca Juga :  Drone Tak Dikenal Hantam Pangkalan Militer Baghdad, Tidak Ada Korban Jiwa

“Ada asap mengepul dari area tersebut setelah serangan yang menargetkan pangkalan Divisi ke-5 Angkatan Darat,” ujar warga tersebut, sambil melaporkan mendengar ledakan keras sebelum “awan asap” membubung dari arah pangkalan militer.

Selain di El-Obeid, titik pertempuran baru yang krusial juga terjadi di Babanusa, yang dikenal sebagai benteng terakhir Angkatan Darat yang tersisa di Kordofan Barat.

Baca Juga :  Kawasan Teluk Geger! Serangan Rudal dan Drone Masif Hantam Dubai dan Negara Teluk Lainnya

Pada hari Selasa, RSF merilis rekaman video yang diklaim menunjukkan para pejuangnya berada di dalam pangkalan Divisi Infanteri ke-22, markas Angkatan Darat di kota tersebut.

Namun, Angkatan Darat segera membantah klaim kehilangan Babanusa. SAF menyatakan bahwa pasukannya telah berhasil memukul mundur serangan baru RSF sehari sebelumnya dan mengkritik tindakan paramiliter tersebut.

“Pasukan paramiliter melancarkan serangan drone dan artileri setiap hari meskipun pemimpin RSF, Mohamed Hamdan Dagalo, telah mengumumkan gencatan senjata sepihak,” tambah Angkatan Darat, menuding RSF mengabaikan komitmen perdamaian.

Baca Juga :  Serangan Buaya di Desa Bumi Pratama Mandira, Korban Alami Luka Serius dan Amputasi

RSF telah terlibat dalam konflik melawan SAF sejak April 2023. Kemenangan terbesar RSF terjadi pada akhir Oktober ketika mereka berhasil merebut El-Fasher, benteng militer terakhir di Darfur, Sudan barat.

Perebutan Darfur itu diwarnai laporan-laporan pembunuhan massal, kekerasan seksual, penculikan, dan penjarahan, yang memicu seruan internasional yang semakin keras untuk segera dilakukannya gencatan senjata di Sudan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com