NARASITODAY.COM, BRUSSELS — Mantan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (EU), Federica Mogherini, bersama dua individu lainnya, secara resmi didakwa oleh Kantor Kejaksaan Umum Eropa (EPPO) pada hari Rabu (03/12/2025) atas dugaan penipuan pengadaan, korupsi, konflik kepentingan, dan pelanggaran rahasia profesional.
Tuduhan serius ini berpusat pada “dugaan penipuan terkait pelatihan yang didanai EU untuk diplomat junior,” sebuah skema yang kini diselidiki secara mendalam oleh otoritas Eropa.
Mogherini, yang memegang jabatan Perwakilan Tinggi EU untuk Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan serta Kepala Layanan Diplomatik EU dari tahun 2014 hingga 2019, sempat ditahan pada hari Selasa sebagai bagian dari penyelidikan bersama dua tersangka lainnya. Mereka kemudian dibebaskan karena EPPO menyatakan ketiganya tidak dianggap berisiko melarikan diri saat penyelidikan masih berlangsung.
Dua tersangka lainnya yang disebutkan EPPO adalah seorang staf senior di College of Europe di Bruges dan seorang pejabat senior dari Komisi Eropa. Tiga sumber terpisah mengonfirmasi kepada Reuters bahwa salah satu yang ditahan adalah diplomat senior EU, Stefano Sannino.
Kabar penahanan Mogherini dan Sannino, keduanya warga negara Italia dan sosok yang sangat dikenal di kalangan diplomatik Brussels, telah menimbulkan kejutan besar di komunitas EU. Mogherini sendiri menjabat sebagai Rektor College of Europe, sebuah universitas elit yang mendidik banyak pejabat EU, sejak tahun 2020 setelah meninggalkan jabatannya di EU.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah serangkaian penggerebekan di layanan diplomatik EU di Brussels, di College of Europe tempat Mogherini memimpin, dan di rumah para tersangka.
Hingga berita ini diturunkan, Mogherini maupun Sannino belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar terkait dakwaan ini. EPPO juga menolak berkomentar lebih lanjut mengenai kasus tersebut.
Meskipun demikian, dalam sebuah pernyataan yang juga dikutip oleh Reuters, EPPO menekankan prinsip hukum penting.
“Semua orang dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah oleh pengadilan Belgia yang berwenang,”
Penyelidikan ini terus berlanjut, dan dunia diplomatik Brussels kini menanti perkembangan kasus yang melibatkan beberapa nama paling terkemuka dalam hierarki kebijakan luar negeri Eropa.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














