Tanah Retak Ancam Rumah Warga di Curugbitung

0
Tanah retak
Jalan lingkungan di Kampung Cibeber Kulon, Desa Curugbitung, Nanggung, Kabupaten Bogor mengalami retakan, yang menyebabkan kekhawatiran warga. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Tanah retak yang berpotensi longsor muncul di Kampung Cibeber Kulon, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Hujan deras dengan intensitas tinggi pada Selasa (2/12/2025) disebut menjadi pemicu awal keretakan ini.

Retakan sepanjang kurang lebih 30 meter dengan tinggi sekitar 8 meter terjadi tepat di jalur jalan lingkungan yang berada di atas tebing.

Posisi rawan itu membuat tiga rumah warga kini berada dalam kondisi terancam.

Baca Juga :  Rudy Susmanto-Jaro Ade Gulirkan Program Ngantor di Desa dan Lapor Pak untuk Serap Aspirasi Masyarakat

“Pada hujan deras beberapa waktu lalu di wilayah Desa Curugbitung ada beberapa titik yang mengalami longsor, bahkan ada satu rumah yang terkena longsoran,” ujar Sekretaris Desa Curugbitung, Yustiawan, saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, wilayah Curugbitung banyak pemukiman yang berada di tebingan, mengingat daerah di dataran tinggi, keretakan itu sudah cukup membahayakan. Sehingga membutuhkan dengan cepat dibangunkan Tebing penahan tanah(TPT).

Baca Juga :  Lapor Pak Bupati!! Warga Banyuresmi Desak Perbaikan Jalan, Sebut Pemerintahan Desa Tak Berwujud

“Iya, cukup berbahaya kalau tidak segera ditangani. Soalnya di atasnya rumah, di bawahnya juga rumah,” jelasnya.

Meski kondisi tanah sudah menunjukkan pergerakan, hingga kini belum ada warga yang mengungsi. Namun, pihak desa tetap mengimbau masyarakat untuk segera mengungsi sementara jika hujan turun deras.

Forkopimcam Nanggung bersama pemerintah desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan assessment cepat guna memastikan keamanan warga serta menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Baca Juga :  Keluarga Korban Tak Mengenal Dua Pelaku yang Cekoki Narkoba dan Perkosa FA hingga Tewas

Di tengah musim hujan, pihak desa kembali mengingatkan warga agar tetap waspada. Jika melihat retakan baru atau tanda-tanda pergerakan tanah, warga diminta segera melapor agar bisa ditangani sejak dini.

“Kita berharap perbaikan bisa segera dilakukan,” tutupnya.

Editor : Andreas