NARASITODAY.COM, Guatemala City – Wali Kota Masagua, Nelson Luciano Marroquin (38), tewas setelah ditembak mati oleh sekelompok orang bersenjata dalam sebuah acara festival Natal. Insiden tragis ini semakin memperpanjang krisis keamanan yang dipicu oleh meningkatnya aktivitas geng kriminal di Guatemala.
Pejabat tersebut dilarikan ke rumah sakit di Escuintla, sekitar 60 km selatan Guatemala City, namun nyawanya tidak tertolong. Penembakan terjadi pada pukul 19.50 waktu setempat di Desa El Obero, Masagua, seperti dikutip dari The Tico Times, Rabu (10/12/2025).
Pembunuhan ini menambah panjang rentetan kasus kekerasan di negara Amerika Tengah tersebut, yang telah menembus angka 2.154 kasus pembunuhan dalam delapan bulan terakhir.
Kemarahan Presiden dan Ancaman Geng Kriminal
Menanggapi insiden ini, Presiden Guatemala Bernardo Arevalo mengecam keras aksi tersebut dan menginstruksikan otoritas keamanan untuk segera bertindak.
“Saya mengutuk keras pembunuhan kepada Wali Kota Masagua, Nelson Luciano Marroquin. Saya memerintahkan Kementerian Dalam Negeri untuk menangkap para pelaku dan menjatuhkan hukuman sepantasnya,” ungkap Arevalo, dikutip Ecuavisa.
Menteri Dalam Negeri Marco Antonio Villeda mengumumkan investigasi mendalam telah dimulai, dengan tiga tim ditugaskan untuk mengumpulkan petunjuk. Villeda menegaskan akan terus bekerja mencari pelaku dan menghukum keras pihak yang membahayakan keselamatan warga Guatemala, meskipun hingga kini belum ada terduga pelaku yang ditangkap.
Kekerasan ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan setelah 20 anggota geng kriminal berbahaya, Barrio 18, berhasil kabur dari penjara, meski empat di antaranya sudah berhasil ditangkap. Maraknya serangan geng kriminal ini semakin disorot setelah Amerika Serikat (AS) menetapkan Barrio 18 sebagai organisasi teroris.
Intervensi FBI dan Kelemahan Institusi Hukum
Guatemala telah berjibaku menangani masalah kriminal selama bertahun-tahun, di mana geng kriminal memanfaatkan kemiskinan dan lemahnya institusi penegak hukum untuk menjaga keamanan.
Pencarian 16 pimpinan geng Barrio 18 yang masih buron kini menjadi sorotan internasional terkait perlawanan otoritas setempat dalam melawan kriminal terorganisir. Pada akhir November, Pasukan Gabungan FBI, yang dikenal sebagai Pasukan Gabungan FBI Vulcan, bahkan telah tiba di Guatemala untuk membantu penangkapan.
Dikutip dari The Tico Times, pengerahan Pasukan Vulcan ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2019, awalnya untuk membantu memberantas geng kriminal Mara Salvatrucha (MS-13) dan kini diperluas untuk menghadapi Barrio 18. Kehadiran badan penegak hukum AS ini menunjukkan betapa seriusnya krisis keamanan yang dihadapi Guatemala.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














