NARASITODAY.COM, JAKARTA – Aktor Marcell Darwin, yang telah memeluk Islam sebagai seorang mualaf, kini tengah berjuang keras mendalami pelajaran agama, khususnya dalam upaya menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an. Dalam sebuah pengakuan yang menyentuh, Marcell menyebut proses belajar agamanya terasa lebih sulit dibandingkan dengan putranya yang masih kecil.
Dorongan tak terduga justru datang dari sang buah hati. Kecepatan sang anak dalam menghafal seringkali memicu rasa malu, sekaligus menjadi motivasi terbesar bagi aktor blasteran Indonesia-Jerman tersebut.
“Gue lebih ke dibully ya sama anak gue ya, karena gue masih belum bisa. Karena mungkin untuk anak kecil lebih gampang mempelajari hafalan ketimbang gue yang sudah banyak tahu,” kata Marcell Darwin saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025).
Marcell tidak menampik bahwa sang anak seringkali bercanda mengenai kondisinya yang masih berjuang keras menghafal. Namun, ledekan ringan tersebut justru mempererat ikatan batin mereka, mengubah momen belajar agama di rumah menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Suami Nabila Faisal itu menceritakan momen lucu di mana anaknya menunjukkan kemampuan menghafalnya.
“Diketawa-ketawain, ‘Papa gak bisa, Papa gak bisa. Coba sini aku nih ngimamin’. Ah, gitu. Bisa dicoba,” tutur Marcell Darwin.
Meskipun diledek, Marcell Darwin menunjukkan keseriusannya dalam mendalami ilmu agama. Ia tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga berusaha memahami makna di balik setiap ayat.
“Ini sampai gue hafalin, gua cari di Google. Gue harus bacain, pelan-pelan gue bacain, gue cari tahu artinya. Semua ada di sini,” beber Marcell Darwin, menekankan upayanya dalam memahami Al-Qur’an secara mendalam.
Bagi aktor berusia 35 tahun ini, “tekanan” dari putranya justru menjadi pelecut semangat. Ia memandang hal tersebut sebagai kompetisi yang sehat dan bertekad untuk membuktikan kepada anaknya bahwa ia juga mampu menguasai hafalan yang sama.
“Bikin gue gak mau kalah sebenarnya sama anak gue. Masa dia bisa gue gak? Gua harus coba, gitu,” tegasnya.
Perjuangan Marcell Darwin menjadi representasi bagi para mualaf dewasa yang berupaya mengejar ketertinggalan ilmu agama di tengah rutinitas padat, membuktikan bahwa motivasi terbaik terkadang datang dari orang terdekat.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













