
NARASITODAY.COM, BOGOR- Wakil Bupati Bogor Jaro Ade menegaskan bahwa Komite Persiapan Pemekaran Kabupaten Bogor Barat (KPP KBB) bukanlah tim baru.
Komite ini sudah lama bergerak dan kini kembali menguatkan barisan lewat konsolidasi internal di 14 kecamatan wilayah Bogor Barat.
Hal itu disampaikan Jaro Ade usai menghadiri Lokakarya dan Pelantikan Pengurus KPP KBB di Gedung SBS Venue Premier, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (17/12/2025).
“Ini bukan organisasi baru. Tim ini sudah ada cukup lama, dan hari ini melakukan konsolidasi internal melalui pengukuhan dan pelantikan di 14 kecamatan,” kata Jaro Ade.
Ia mengapresiasi peran para tokoh dan seluruh elemen KPP KBB yang terus konsisten mendorong pemekaran wilayah Bogor Barat. Menurutnya, semangat pemekaran yang dibangun komite sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam menata wilayah barat Kabupaten Bogor.
Jaro Ade juga berpesan agar KPP KBB terus merangkul semua pihak dan bekerja bahu-membahu. Sebab, pemekaran wilayah bukan pekerjaan singkat, melainkan proses panjang yang harus dipersiapkan secara matang.
“Pemekaran itu harus disiapkan jauh-jauh hari. Infrastruktur didorong, lahan calon ibu kota juga dipersiapkan, termasuk aspek administrasinya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Bupati Bogor telah mengirimkan surat ke PTPN terkait penyediaan lahan. Surat tersebut sudah dibalas dan akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama (PKS), sehingga perencanaan pembangunan bisa dimulai secara bertahap.
Meski demikian, Jaro Ade menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pembangunan infrastruktur. Sejumlah proyek strategis pun terus didorong, mulai dari jalan lingkar Leuwiliang–Rancabungur, jalur khusus tambang, hingga penambahan anggaran akses Nanggung–Sukabumi.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan harapan baru terkait konektivitas wilayah. Salah satunya rencana pelebaran jalan Leuwiliang menuju Pelabuhan Ratu, Sukabumi.
“Kemarin saya sudah bicara dengan Bupati Sukabumi. Leuwiliang sampai Cianten ingin kita lebarkan, supaya masyarakat ke Sukabumi tidak harus lewat Kota Bogor. Cukup dari Leuwiliang,” jelasnya.
Dari sisi transportasi, Pemkab Bogor juga mulai memikirkan perubahan pola pergerakan masyarakat, khususnya bagi warga Bogor Barat yang hendak ke Jakarta. Ke depan, masyarakat di Leuwiliang, Cigudeg, Jasinga, hingga Sukajaya diharapkan bisa mengakses kereta melalui Stasiun Tenjo, tanpa harus ke Kota Bogor atau Bojong Gede.
“Bagaimana caranya masyarakat dibiasakan ke Tenjo. Nanti bisa disiapkan angkutan, misalnya bus dari Terminal Leuwiliang, Jasinga, ke Tenjo. Flyover di Tenjo juga sudah ada, jadi aksesnya lebih mudah,” ungkapnya.
Menurut Jaro Ade, perubahan ini bukan sekadar soal transportasi, tapi juga bagian dari upaya menggeser pusat pergerakan ekonomi agar tidak terus menumpuk di wilayah timur Kabupaten Bogor.
“Minimal mindset masyarakat mulai digeser. Kalau mau ke Jakarta, arahnya ke Tenjo. Dengan begitu, pergerakan ekonomi di Bogor Barat juga ikut tumbuh,” pungkasnya.***
Wartawan : Andreas













