Ledakan Mengerikan Hancurkan Mobil Petinggi Militer Rusia di Moskow, Dugaan Keterlibatan Intelijen Asing Muncul

0
Moskow
Ledakan bom menghancurkan sebuah mobil di selatan Moskow, Senin (22/12/2025), menewaskan Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, petinggi militer Rusia.Foto : mistar.id

NARASITODAY.COM, MOSKOW – Keheningan pagi di wilayah selatan Moskow pecah oleh dentuman keras pada Senin (22/12/2025). Sebuah mobil Kia Sorento yang tengah meluncur keluar dari area parkir hancur berkeping-keping akibat ledakan bom, merenggut nyawa salah satu petinggi militer Rusia, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov.

Sarvarov, yang menjabat sebagai Kepala Direktorat Pelatihan Operasional Angkatan Darat di Staf Umum Rusia, menjadi sasaran dalam apa yang tampak sebagai pembunuhan terencana yang rapi.

Baca Juga :  Militer Pakistan Tewaskan 30 Militan dalam Operasi Keamanan di Khyber Pakhtunkhwa

Jarum jam menunjukkan pukul 06:55 waktu Moskow (03:55 GMT) ketika Sarvarov memacu kendaraannya untuk memulai rutinitas dinasnya. Namun, perjalanan itu terhenti seketika. Sebuah perangkat peledak yang dipasang di bagian bawah mobil meledak tepat saat ia meninggalkan area parkir.

Komite Investigasi Negara Rusia mengonfirmasi fatalitas insiden tersebut. Melalui pernyataan resminya, otoritas terkait menyatakan, “Sarvarov meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya,” pasca ledakan hebat tersebut.

Baca Juga :  Putin Sapa Umat Muslim Rusia pada Idul Fitri 1447 H, Apresiasi Jasa Jaga Kedaulatan Negara

Rekaman video yang dirilis oleh pihak berwenang memperlihatkan pemandangan mencekam: kerangka besi Kia Sorento yang hangus tak berbentuk, dengan jejak darah yang masih terlihat jelas di kursi pengemudi saksi bisu dari akhir tragis sang jenderal.

Hingga saat ini, garis polisi masih mengepung lokasi kejadian sementara tim forensik menyisir sisa-sisa serpihan logam. Fokus penyelidikan kini mengarah pada sabotase tingkat tinggi.

Baca Juga :  KLH Ungkap Mahalnya Investasi Proyek Sampah Jadi Energi Listrik

“Penyelidik menyebut salah satu kemungkinan penyebab ledakan adalah ulah intelijen Ukraina,” tulis laporan awal dari pihak penyelidik Rusia.

Meski tuduhan tersebut telah mencuat ke permukaan, pihak Kyiv masih memilih untuk bungkam. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah maupun militer Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait keterlibatan mereka dalam insiden di jantung ibu kota Rusia tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber