
NARASITODAY.COM, PREAH VIHEAR – Garis perbatasan sepanjang 800 kilometer yang memisahkan Thailand dan Kamboja kembali menjadi saksi bisu pecahnya konflik lama. Sebuah rekaman video yang viral pada Rabu (24/12/2025) menjadi pemantik kemarahan publik setelah memperlihatkan detik-detik penghancuran sebuah patung Hindu, Dewa Wisnu, yang terletak di wilayah sengketa.
Aksi pembongkaran yang diduga melibatkan oknum militer Thailand tersebut tidak hanya merusak struktur fisik, tetapi juga mencederai sentimen religius dan sejarah yang telah lama membebani hubungan kedua negara.
Dalam rekaman singkat yang dilansir Al Arabiya dan TRT, terlihat sejumlah personel militer menggunakan alat berat untuk meruntuhkan patung tersebut. Hantaman alat berat membuat badan patung Dewa Wisnu yang dibangun sejak tahun 2014 itu roboh dan patah menjadi dua saat menghantam tanah.
Pemerintah Kamboja bereaksi keras atas insiden yang terjadi pada Senin lalu tersebut. Lokasi kejadian di daerah An Ses diklaim kuat masuk ke dalam wilayah kedaulatan Kamboja. Berdasarkan pelacakan Google Maps, posisi patung tersebut memang berada sekitar 400 meter dari garis perbatasan yang disengketakan.
“Patung itu berada di dalam wilayah kami di daerah An Ses,” tegas Kim Chanpanha, juru bicara pemerintah Provinsi Preah Vihear, Kamboja, sebagaimana dikutip dari AFP.
Ia juga melayangkan kecaman terbuka atas tindakan tersebut. “Kami mengutuk penghancuran kuil dan patung kuno yang disembah oleh pengikut Buddha dan Hindu,” tambahnya.
Setelah sempat mereda melalui gencatan senjata pada Oktober lalu, konflik perbatasan ini kembali memanas sepanjang bulan Desember. Pertempuran fisik yang terjadi di lapangan telah menelan korban jiwa lebih dari 40 orang dan memaksa sekitar satu juta penduduk mengungsi dari rumah mereka di sepanjang perbatasan.
Akar masalah tetap berpangkal pada demarkasi era kolonial dan kepemilikan reruntuhan kuil kuno yang bertaburan di sepanjang garis batas. Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Thailand masih bungkam dan belum memberikan komentar resmi terkait keterlibatan personelnya dalam video tersebut.
Kedua negara yang bertetangga dengan Indonesia ini kini saling tuding atas pemicu serangan yang mulai menyasar wilayah sipil, mengubah perbatasan yang tenang menjadi zona konflik yang mencekam.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













