NARASITODAY.COM, JAKARTA – New York tengah menghadapi peningkatan signifikan kasus influenza atau yang belakangan disebut sebagai ‘super flu’, terutama di tengah puncak musim liburan akhir tahun. Data Departemen Kesehatan setempat mencatat puluhan ribu kasus flu terkonfirmasi hanya dalam kurun satu minggu, menjadikannya lonjakan tertinggi sepanjang sejarah wilayah tersebut.
Situasi ini tak hanya terjadi di New York. Sejumlah negara bagian lain di Amerika Serikat juga mengalami tingkat kunjungan medis akibat gejala mirip flu yang tergolong sangat tinggi. Para ahli menilai, kondisi ini menjadi sinyal kewaspadaan menjelang pergantian tahun.
Salah satu faktor yang disorot adalah kemunculan varian baru influenza A(H3N2) yang dikenal sebagai Subclade K. Varian ini sebelumnya dilaporkan memicu wabah di beberapa negara, seperti Inggris, Jepang, dan Kanada. Meski ada kekhawatiran terkait kecocokan vaksin flu tahun ini, para pakar meyakini vaksin tetap memberikan perlindungan penting untuk mencegah gejala berat.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperkirakan jutaan orang telah terdampak musim flu kali ini, dengan puluhan ribu pasien membutuhkan perawatan rumah sakit. Para epidemiolog mengingatkan bahwa musim flu tahun ini berpotensi berlangsung lebih berat, terutama jika tingkat vaksinasi tetap rendah.
Masyarakat pun diimbau untuk menjaga kesehatan, mengenali gejala flu sejak dini, serta mempertimbangkan vaksinasi sebagai langkah pencegahan utama di tengah meningkatnya kasus. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














