NARASITODAY.COM, YALOVA – Kesunyian pagi buta di distrik Elmali, Provinsi Yalova, mendadak pecah oleh rentetan tembakan pada Senin (30/12/2025). Sebuah operasi penggerebekan persembunyian militan ISIS berubah menjadi palagan maut yang merenggut nyawa tiga petugas polisi dan enam militan.
Insiden berdarah di wilayah selatan Istanbul ini juga menyebabkan sedikitnya delapan polisi lainnya dan seorang penjaga malam terluka setelah terlibat kontak senjata sengit dengan kelompok ekstremis tersebut.
Drama dimulai tepat pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Tim kepolisian mengepung sebuah rumah yang diidentifikasi sebagai sarang militan. Suasana mencekam berlangsung selama hampir delapan jam hingga operasi baru dinyatakan berakhir pada pukul 09.40 pagi.
Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengungkapkan bahwa seluruh militan yang tewas adalah warga negara Turki. Ia juga menjelaskan bahwa operasi di Yalova ini merupakan bagian dari penggerebekan serentak di lebih dari 100 lokasi yang tersebar di 15 provinsi. Saking tingginya tensi perlawanan, pasukan khusus dari Provinsi Bursa harus diterbangkan untuk memperkuat personel di lapangan.
Di balik baku tembak yang hebat, terdapat misi kemanusiaan yang krusial. Yerlikaya menekankan bahwa pihaknya bergerak dengan “sangat hati-hati” karena adanya warga sipil yang terjebak di dalam bangunan target.
“Lima wanita dan enam anak-anak yang berada di dalam rumah berhasil dievakuasi dengan selamat sebelum kontak senjata memuncak,” ujar Yerlikaya, dilansir dari The Associated Press.
Operasi besar-besaran ini merupakan langkah preventif pemerintah Turki menjelang pergantian tahun. Hanya seminggu sebelumnya, kepolisian telah meringkus 115 simpatisan ISIS yang diduga kuat merencanakan serangan teror pada perayaan Natal dan Tahun Baru.
Pejabat berwenang menyebut kelompok ini secara aktif menyerukan aksi kekerasan yang menargetkan kelompok non-Muslim selama masa libur. Trauma masa lalu masih membayangi Turki, terutama setelah serangan brutal di sebuah kelab malam Istanbul pada malam Tahun Baru 2017 yang menewaskan 39 orang. Kini, keamanan di seluruh negeri diperketat guna memastikan sejarah kelam tersebut tidak terulang kembali.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














