NARASITODAY.COM, JAKARTA – Awal tahun 2026 disambut dengan langit yang muram dan ancaman cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prospek mingguan yang memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat akan terus mengguyur hingga 5 Januari mendatang.
Dinamika atmosfer ini dipicu oleh “pertemuan” berbagai fenomena besar, mulai dari penguatan La Niña lemah pada skala global hingga seruakan udara dingin (cold surge) dari Asia yang menerjang wilayah Nusantara.
Di balik hujan deras yang turun sejak malam tahun baru, terdapat pengaruh dari dua siklon tropis yang sedang aktif di selatan Indonesia. Siklon Tropis Hayley terpantau masih bertahan di Samudra Hindia selatan NTT dengan kecepatan angin mencapai 45 knot.
Tak sendirian, Hayley kini ditemani oleh Siklon Tropis Iggy. Lahir dari bibit siklon 90S, Iggy resmi mencapai intensitas siklon tropis pada 1 Januari 2026 pukul 10.00 WIB.
“Pada pukul 13.00 WIB siklon ini berada di wilayah Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Barat dengan kekuatan 40 knot,” tulis laporan BMKG. Meski diprediksi akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju arah tenggara dengan kecepatan yang bisa meningkat hingga 55 knot, dampak tidak langsungnya tetap terasa nyata.
Iggy membawa kiriman hujan intensitas sedang hingga lebat yang mengepung wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga DI Yogyakarta setidaknya hingga hari ini, 2 Januari 2026.
BMKG membagi peringatan ini ke dalam dua periode krusial. Hingga 1 Januari kemarin, wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, hingga Jawa Timur dan Papua Pegunungan telah didera hujan lebat hingga sangat lebat.
Memasuki periode 2-5 Januari 2026, area yang wajib waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat semakin meluas. Wilayah Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa Timur, Sulawesi Barat, hingga Papua Pegunungan masuk dalam daftar zona merah hujan lebat-sangat lebat. Selain itu, ancaman angin kencang juga menghantui wilayah mulai dari pesisir Sumatera, seluruh Pulau Jawa, hingga Maluku.
Di tengah kondisi atmosfer yang tidak stabil ini, BMKG meminta masyarakat untuk tidak memandang remeh kondisi langit. Perencanaan matang sangat diperlukan bagi mereka yang masih dalam suasana libur tahun baru.
BMKG mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, hingga berwisata.
Bagi warga yang ingin memantau pergerakan Siklon Iggy secara real-time atau melihat prakiraan spesifik di wilayahnya, BMKG menyarankan untuk terus memperbarui informasi melalui aplikasi infoBMKG atau kanal media sosial resmi mereka. Di awal tahun ini, payung dan kewaspadaan ekstra tampaknya menjadi perlengkapan wajib bagi setiap warga.
Daftar Wilayah Waspada Angin Kencang (2-5 Januari):
- Kep. Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung.
- Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
- Kalimantan Barat, NTT, dan Maluku.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














