Pro Kontra Kenaikan Harga Tiket Museum Nasional Indonesia

0
Museum Nasional Indonesia. Foto: dok Pinterest

NARASITODAY.COM, JAKARTA Museum Nasional Indonesia (MNI) menjadi sorotan publik menjelang akhir 2025 akibat kenaikan harga tiket masuk. Penerapan sistem Badan Layanan Umum (BLU), yang telah berlaku sejak sebelum berdirinya Kementerian Kebudayaan, disebut sebagai faktor utama di balik penyesuaian tarif tersebut.

Sebelum berstatus BLU, harga tiket MNI dipatok Rp 8.000. Setelah sistem BLU diterapkan, tarif naik menjadi Rp 25.000, dan mulai 1 Januari 2026 kembali meningkat menjadi Rp 50.000.

Kebijakan ini memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) yang membawahi MNI, Esti Nurjadin, menegaskan bahwa penetapan harga terbaru telah melalui perencanaan yang matang.

“Kami sebenarnya sudah merencanakan sejak Agustus 2025, tetapi baru diberlakukan 1 Januari 2026 setelah seluruh fasilitas siap,” ujar Esti kepada redaksi detikcom, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga :  Yadi Supriadi dilaporkan ke Polres Bogor Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Esti menjelaskan, sebagai institusi BLU yang mengedepankan pelayanan publik dengan pendekatan bisnis, MCB wajib meningkatkan kualitas fasilitas demi kenyamanan pengunjung. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah pemindahan area masuk dan loket tiket dari Gedung A ke Majapahit Hall yang memiliki area lebih luas.

Selain itu, MNI juga tengah mengalihfungsikan auditorium di basement gedung menjadi musala yang ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.

“Prosesnya harus memenuhi standar, termasuk jalur evakuasi darurat. Saat ini shaf sudah tersedia, tinggal fasilitas wudhu yang sedang disiapkan. Harapannya selesai akhir Januari,” jelas Esti.

Usai peningkatan fasilitas, area non-tiket MNI yang sebelumnya seluas 3.800 meter persegi kini diperluas menjadi 8.100 meter persegi. Area tersebut mayoritas berada di kawasan taman depan fasad museum.

Baca Juga :  PWI Kabupaten Bogor Gelar Rakor, Siapkan Lomba Karya Tulis untuk Pelajar dan Mahasiswa

“Kami menambah area non-tiket demi kenyamanan pengunjung. Nantinya, pengunjung yang sudah membeli tiket juga akan mendapat peta fisik dan gelang tiket sebagai kenang-kenangan. Rencananya mulai 3 Januari sudah tersedia,” kata Esti sambil berseloroh.

Kini, Museum Nasional Indonesia tidak hanya menghadirkan koleksi permanen, tetapi juga pameran Sejarah Awal yang dibuka pertengahan Desember 2025. Pameran ini menampilkan empat temuan penting Eugene Dubois yang telah kembali ke Indonesia dan menggambarkan fase awal peradaban manusia.

Esti juga menyampaikan bahwa mulai Januari 2026, ruang Imersif A akan hadir dengan konsep baru yang lebih menarik. Sistem tiket pun telah diperbarui menjadi lebih praktis dengan metode digital, seperti tap-in dan pembayaran QRIS tanpa layanan manual.

Baca Juga :  Wali Kota Baru New York Zohran Mamdani Perintahkan NYPD Tolak Bantu Operasi ICE

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan bahwa kenaikan harga tiket bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum, termasuk dari wisatawan mancanegara.

“Kita ingin menumbuhkan apresiasi terhadap museum, khususnya bagi pengunjung umum dan wisatawan asing, agar mereka bisa lebih menghargai museum kita,” ujarnya pada Rabu (31/12).

Berikut rincian harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia terbaru:

Tiket Reguler

  • Anak 0–3 tahun: Gratis

  • Pelajar (PAUD/TK/SD/SMP/SMA): Rp 30.000
    (sebelumnya gratis untuk SMA dan mahasiswa, anak usia 3–12 tahun Rp 15.000)

  • Dewasa: Rp 50.000 (sebelumnya Rp 25.000)

  • Warga Negara Asing (WNA): Rp 150.000 (sebelumnya Rp 50.000)

  • Ruang Imersif A: Rp 35.000

  • WNA pemegang KITAS: Rp 50.000

Tiket Rombongan (minimal 50 orang per kategori)

  • Pelajar: Rp 24.000

  • Dewasa: Rp 40.000 (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : detikpop