Ilmuwan Temukan Spesies Ubur-ubur Kotak Baru Bermata 24 di Perairan Hong Kong

0
Foto: Ubur-ubur kotak bermata 24 (Hong Kong Baptist University via Live Science)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Dunia biologi laut kembali menghadirkan kejutan menarik. Tim peneliti dari Hong Kong berhasil mengidentifikasi spesies ubur-ubur kotak baru yang memiliki keunikan tak biasa, yakni 24 mata yang tersebar di tubuhnya.

Spesies tersebut ditemukan di kawasan Cagar Alam Mai Po, Hong Kong, dan diberi nama Tripedalia maipoensis. Penamaan ini merujuk pada lokasi pertama kali ubur-ubur tersebut ditemukan. Meski baru tercatat di wilayah tersebut, para peneliti meyakini spesies ini juga dapat hidup di perairan sekitar Muara Sungai Mutiara yang terhubung melalui saluran pasang surut.

Baca Juga :  Moh Zaki Ubaidillah Gugur di Kualifikasi Hong Kong Open 2025, Jason Gunawan Jadi Penghalang

Secara fisik, Tripedalia maipoensis memiliki bentuk kubus khas ubur-ubur kotak dengan tubuh transparan berukuran kecil, sekitar 1,5 sentimeter. Setiap sudut tubuhnya dilengkapi tiga tentakel yang bisa memanjang hingga 10 sentimeter, membantu ubur-ubur ini bergerak lincah di dalam air.

Baca Juga :  Resep Poon Choi: Ciptakan Hidangan Istimewa untuk Rayakan Imlek Bersama Keluarga!

Keunikan utama spesies ini terletak pada sistem penglihatannya. Seperti ubur-ubur kotak lainnya, ia memiliki 24 mata yang terbagi dalam empat kelompok. Beberapa di antaranya memiliki lensa yang mampu membentuk gambar, sementara sisanya berfungsi mendeteksi cahaya.

Penemuan ini dinilai penting karena menambah daftar keanekaragaman hayati laut, khususnya kelompok ubur-ubur kotak yang hingga kini baru sekitar 49 spesies tercatat di dunia. Para peneliti menilai temuan ini menunjukkan bahwa perairan Hong Kong dan sekitarnya masih menyimpan potensi besar untuk penemuan ilmiah baru.

Baca Juga :  Waseda University Batalkan Penerimaan Mahasiswa Baru Akibat Kecurangan Tes TOEIC

Selain memperkaya ilmu pengetahuan, temuan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ekosistem laut agar keberagaman hayati tetap lestari dan dapat terus dipelajari oleh generasi mendatang. (MG3) 

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikedu