NARASITODAY.COM,JAKARTA – Menggemeretakkan gigi atau bruxism merupakan kebiasaan yang sering terjadi tanpa disadari, terutama saat seseorang sedang tidur. Meski terlihat sepele, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama.
Bruxism dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari stres, kecemasan, gangguan tidur, hingga kondisi tertentu pada rahang. Karena sering terjadi secara tidak sadar, banyak orang baru menyadari kebiasaan tersebut setelah muncul gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berikut lima gejala menggemeretakkan gigi yang perlu diwaspadai.
1. Nyeri atau Pegal pada Rahang
Salah satu tanda paling umum dari kebiasaan menggemeretakkan gigi adalah rasa nyeri atau pegal pada area rahang, terutama setelah bangun tidur. Otot-otot rahang yang bekerja terlalu keras sepanjang malam dapat menyebabkan ketegangan dan ketidaknyamanan.
Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, seseorang juga dapat mengalami kesulitan saat mengunyah atau membuka mulut dengan lebar.
2. Sakit Kepala di Pagi Hari
Bruxism sering kali menyebabkan sakit kepala yang muncul setelah bangun tidur. Rasa sakit biasanya terasa di sekitar pelipis atau bagian samping kepala akibat ketegangan otot wajah dan rahang yang terjadi selama tidur.
Gejala ini kerap disalahartikan sebagai kelelahan biasa, padahal bisa menjadi pertanda adanya kebiasaan menggemeretakkan gigi.
3. Gigi Menjadi Lebih Sensitif
Gesekan yang terjadi secara terus-menerus dapat mengikis lapisan pelindung gigi atau enamel. Akibatnya, gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman panas, dingin, maupun manis.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan kerusakan gigi yang lebih serius dan membutuhkan perawatan khusus.
4. Permukaan Gigi Tampak Aus atau Retak
Menggemeretakkan gigi dalam jangka panjang dapat menyebabkan perubahan fisik pada gigi. Permukaan gigi mungkin terlihat lebih rata, aus, bahkan mengalami retakan kecil yang sulit terlihat dengan mata telanjang.
Dalam beberapa kasus, tekanan yang berlebihan juga dapat menyebabkan tambalan gigi rusak atau gigi patah.
5. Gangguan Tidur dan Suara Gemeretak Saat Tidur
Banyak penderita bruxism tidak menyadari kebiasaan mereka hingga diberitahu oleh pasangan atau anggota keluarga yang mendengar suara gemeretak gigi saat tidur.
Selain itu, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur sehingga tubuh terasa kurang segar saat bangun di pagi hari. Gangguan tidur yang berlangsung lama berpotensi menurunkan konsentrasi dan produktivitas sehari-hari.
Pentingnya Mengenali Gejala Sejak Dini
Para ahli kesehatan gigi menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda bruxism sedini mungkin. Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah kerusakan gigi, gangguan pada sendi rahang, serta berbagai keluhan lainnya yang dapat memengaruhi kualitas hidup.
Jika gejala-gejala tersebut sering muncul, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Selain itu, mengelola stres, menjaga pola tidur yang baik, dan menerapkan gaya hidup sehat juga dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kebiasaan menggemeretakkan gigi.
Dengan memahami gejala bruxism sejak awal, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat dan menjaga kesehatan gigi serta mulut tetap optimal.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














