NARASITODAY.COM – Jerawat kerap dianggap sebagai masalah kulit biasa akibat kebersihan yang kurang terjaga atau pengaruh hormon remaja. Namun, dalam sejumlah kasus, jerawat yang muncul berulang dan sulit diatasi bisa menjadi tanda adanya gangguan medis tertentu di dalam tubuh.
Dokter kulit menegaskan bahwa pengobatan jerawat yang efektif tidak hanya berfokus pada perawatan luar, tetapi juga perlu menelusuri penyebab dari dalam. Dengan mengenali gangguan medis pemicunya, penanganan jerawat dapat dilakukan secara lebih tepat dan menyeluruh. Berikut lima gangguan medis yang sering menjadi penyebab jerawat:
1. Ketidakseimbangan Hormon
Gangguan hormon, seperti peningkatan hormon androgen, dapat merangsang produksi minyak berlebih pada kulit. Kondisi ini sering dialami remaja, ibu hamil, hingga perempuan dengan siklus menstruasi tidak teratur. Penanganannya melibatkan terapi hormon dan pengaturan gaya hidup.
2. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
PCOS merupakan gangguan hormonal pada perempuan yang kerap ditandai dengan jerawat membandel, terutama di area dagu dan rahang. Selain perawatan kulit, penderita PCOS memerlukan penanganan medis untuk menyeimbangkan hormon secara menyeluruh.
3. Gangguan Pencernaan
Masalah pencernaan, seperti sindrom iritasi usus atau ketidakseimbangan bakteri usus, dapat memicu peradangan yang berdampak pada kondisi kulit. Pola makan sehat dan konsumsi probiotik sering menjadi bagian dari solusi dari akarnya.
4. Resistensi Insulin
Resistensi insulin dapat meningkatkan kadar hormon yang memicu produksi minyak berlebih dan peradangan pada kulit. Kondisi ini kerap berkaitan dengan pola makan tinggi gula. Pengaturan diet dan aktivitas fisik menjadi langkah utama untuk mengatasinya.
5. Stres Kronis
Stres berkepanjangan memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat memperparah jerawat. Mengelola stres melalui istirahat cukup, olahraga, dan teknik relaksasi terbukti membantu memperbaiki kondisi kulit secara bertahap.
Para ahli menyarankan agar penderita jerawat yang tidak kunjung membaik segera berkonsultasi dengan dokter. Pendekatan dari akar masalah, bukan sekadar menutup gejala, dinilai lebih efektif dalam mencegah jerawat kambuh di kemudian hari.
Dengan pemahaman yang tepat dan penanganan medis yang sesuai, jerawat bukan hanya bisa dikendalikan, tetapi juga dicegah secara berkelanjutan.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














