AS dan Taiwan Sepakati Megaproyek Chip US$ 250 Miliar, Arizona Jadi Pusat Ekspansi TSMC

0
Taiwan
Ilustrasi perusahan TSMC. Foto : voi.id

NARASITODAY.COM, WASHINGTON D.C. – Persaingan global untuk menguasai teknologi masa depan, Amerika Serikat dan Taiwan resmi menyepakati kerja sama perdagangan bersejarah untuk membangun pangkalan produksi semikonduktor (chip) di tanah Amerika. Kesepakatan ini menandai babak baru bagi rantai pasok teknologi AS yang selama setahun terakhir dibayangi ketidakpastian tarif.

Sebagai bagian dari komitmen ini, perusahaan-perusahaan chip dan teknologi Taiwan akan menyuntikkan investasi raksasa setidaknya US$ 250 miliar untuk kapasitas produksi di AS. Guna memuluskan langkah tersebut, pemerintah Taiwan juga akan menjamin kredit dengan nilai yang sama, yakni US$ 250 miliar, bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah ekspansi Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), produsen chip terbesar di dunia. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengungkapkan bahwa langkah fisik di lapangan sudah dimulai.

Baca Juga :  BGN Minta Kepala Daerah Awasi Dapur MBG Selama Ramadan

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) telah membeli lahan dan dapat melakukan ekspansi di Arizona sebagai bagian dari kesepakatan ini,” ujar Lutnick dalam wawancara dengan CNBC, Kamis malam (15/1/2026).

Lutnick menambahkan bahwa TSMC telah bergerak cepat dengan mengamankan area yang sangat luas. “Mereka baru saja membeli ratusan hektar lahan yang berdekatan dengan properti mereka. Saya akan membiarkan mereka melanjutkan dengan dewan direksi mereka dan memberi mereka waktu,” tambahnya.

Sebagai imbal balik atas investasi jumbo tersebut, AS sepakat untuk memangkas tarif resiprokal terhadap Taiwan dari 20% menjadi 15%. Selain itu, Washington berkomitmen tidak akan mengenakan tarif timbal balik pada sektor sensitif lainnya seperti obat-obatan generik, komponen pesawat terbang, dan beberapa sumber daya alam.

Baca Juga :  KIM Plus Kecamatan Megamendung dan Ciawi Konsolidasi untuk Pemenangan Rudy-Jaro

Berdasarkan kerangka kerja Pasal 232, perusahaan Taiwan yang membangun pabrik di AS akan mendapatkan keistimewaan unik. Selama masa pembangunan pabrik, mereka diizinkan mengimpor hingga 2,5 kali kapasitas yang sedang dibangun tanpa terkena tarif. Setelah pabrik beroperasi, jatah impor tersebut disesuaikan menjadi 1,5 kali kapasitas produksi domestik mereka di AS.

Sektor lain juga turut mencicipi manisnya kesepakatan ini. “Suku cadang otomotif, kayu, dan produk terkait Taiwan juga akan terhindar dari tarif di atas 15% berdasarkan Pasal 232,” bunyi pengumuman resmi tersebut.

Meski menyambut baik kerja sama ini, pihak TSMC menegaskan bahwa strategi global mereka tetap akan berlandaskan pada logika pasar dan kebutuhan pelanggan.

Baca Juga :  Hilangkan Bekas Jerawat dengan 5 Manfaat Kombucha Ini, Yuk Coba!

“Semua keputusan investasi didasarkan pada kondisi pasar dan permintaan pelanggan,” ujar juru bicara TSMC kepada CNBC.

Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa ekspansi ke luar negeri tidak akan menghentikan investasi mereka di dalam negeri Taiwan. Namun, adanya kepastian hukum dan perdagangan dengan AS memberikan angin segar bagi operasional mereka secara global.

“Sebagai perusahaan fabrikasi semikonduktor yang melayani pelanggan di seluruh dunia, kami menyambut baik prospek perjanjian perdagangan yang kuat antara Amerika Serikat dan Taiwan,” tegas perwakilan TSMC dalam pernyataan resminya.

Perjanjian ini diharapkan dapat mengakhiri kekhawatiran para raksasa teknologi terhadap pendekatan tarif pemerintahan Trump, sekaligus mengamankan posisi AS sebagai salah satu pusat manufaktur chip tercanggih di dunia.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com