
NARASITODAY.COM, CIANJUR– Di sebuah sudut Kampung Sukatani, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jumat (16/1/2026), suasana haru menyelimuti penyerahan sebuah rumah sederhana namun penuh makna.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan datang langsung untuk menyerahkan kunci rumah layak huni kepada keluarga almarhum Wahyu sebuah keluarga kecil yang kini hanya menyisakan tiga anak yatim piatu.
Penyerahan dilakukan secara simbolis. Kunci rumah itu diterima oleh perwakilan ahli waris, menjadi tanda dimulainya babak baru bagi tiga bersaudara yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan.
Turut mendampingi Kapolda dalam momen tersebut Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, serta Founder Komunitas Sosial Bagong Mogok Brigjen Pol (Purn) Asep Guntur Rahayu.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa kepedulian sosial bisa terbangun lewat kolaborasi.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari Polda Jabar bersama Polres Cianjur, Komunitas Bagong Mogok, dan Pemkab Cianjur bisa menyerahkan rumah yang telah dibangun untuk keluarga almarhum Wahyu,” ujar Irjen Rudi Setiawan kepada wartawan.
Ia mengenang kondisi rumah lama keluarga tersebut yang jauh dari kata layak.
Bangunan rapuh dan lingkungan yang memprihatinkan menjadi saksi beratnya kehidupan yang dijalani almarhum Wahyu sebelum meninggal dunia.
Tak lama berselang, sang istri pun menyusul, meninggalkan tiga anak yang kini harus menjalani hidup tanpa orang tua.
“Sekarang yang tersisa hanya tiga anak. Mereka yatim piatu, dan inilah yang menjadi perhatian kita bersama,” tuturnya.
Tak hanya rumah, perhatian juga diwujudkan dalam bentuk modal usaha. Dua ekor domba diserahkan sebagai bekal agar ketiga anak tersebut bisa perlahan membangun kemandirian ekonomi.
“Kami berharap bantuan ini bisa dirawat. Dombanya semoga berkembang biak, sehingga ke depan bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Lebih dari sekadar penyerahan bantuan, kegiatan ini menjadi pesan moral bagi semua pihak.
Kapolda Jabar mengajak pemerintah, komunitas sosial, hingga masyarakat yang berkecukupan untuk terus menumbuhkan empati terhadap sesama.
Menurutnya, aksi-aksi sosial semacam ini sejalan dengan semangat Polri untuk hadir di tengah masyarakat, melayani, mengayomi, dan melindungi bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam sisi kemanusiaan.
“Mudah-mudahan kepedulian ini menular. Terima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga Allah SWT meridai niat baik kita bersama,” tutupnya.***
Editor : Andreas













