Ledakan di Pabrik Baja China, 2 Tewas dan 66 Luka-Luka

0
ledakan
Ilustrasi Petugas pemadam kebakaran. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BAOTOU – Keheningan hari Minggu di kota industri Baotou, wilayah otonom Mongolia Dalam, hancur seketika oleh dentuman memekakkan telinga. Sebuah ledakan hebat melanda pabrik pelat baja Baogang United Steel pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 15.00 waktu setempat, mengubah fasilitas industri tersebut menjadi tumpukan puing dan menyisakan duka mendalam.

Laporan resmi hingga Minggu petang mengonfirmasi bahwa tragedi ini telah merenggut sedikitnya dua nyawa, sementara tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk mencari lima orang yang dilaporkan hilang di balik reruntuhan baja.

Kedahsyatan ledakan ini tidak hanya dirasakan oleh para pekerja di dalam area pabrik. Warga yang tinggal beberapa kilometer dari lokasi kejadian melaporkan rumah mereka berguncang hebat. Getaran tersebut bahkan cukup kuat untuk menghancurkan jendela-jendela pemukiman warga, menciptakan kepanikan massal di kota Baotou.

Baca Juga :  Pemerintah Tetap Berlakukan Kenaikan Tarif Royalti Meski Ada Penolakan dari Pengusaha

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memberikan gambaran mengerikan mengenai momen tersebut. Dalam satu video, terlihat sebuah benda silinder logam raksasa terlempar ke angkasa bersama kepulan asap hitam pekat. Langit-langit pabrik yang kokoh tampak runtuh seketika, menimbun apa pun yang ada di bawahnya.

Sesaat setelah ledakan, puluhan ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi para korban yang tertimpa reruntuhan atau terkena dampak panas ledakan.

“Hingga Minggu pukul 17.30, otoritas manajemen darurat dan pemadam kebakaran setempat melaporkan dua korban jiwa dan lima orang hilang,” tulis kantor berita Xinhua.

Laporan tersebut juga merinci skala luka-luka yang dialami para pekerja.

Baca Juga :  Gerakan Tanam Padi di Parung Panjang, Langkah Nyata Pemkab Bogor Tekan Inflasi

“Sebanyak 66 orang telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan, tiga di antaranya dalam kondisi kritis,” bunyi laporan itu lebih lanjut.

Saat ini, petugas pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi untuk mendinginkan area pabrik, sementara tim penyelamat menggunakan alat berat untuk membongkar bongkahan logam silinder besar yang tergeletak di antara puing-puing bangunan guna mencari korban yang masih hilang.

Tragedi di Baogang United Steel ini kembali membuka luka lama terkait catatan keselamatan industri di Tiongkok. Meskipun pemerintah terus melakukan pengawasan, kecelakaan industri dengan skala besar masih kerap berulang.

Baca Juga :  Dukung Suksesi Pilkada, Pj. Bupati Bogor Hadir Dampingi Pj. Gubernur Jabar Terima Kunjungan Komisi II DPR RI

Catatan kelam menunjukkan bahwa pada Juni tahun lalu, ledakan pabrik kembang api di Hunan menewaskan 9 orang. Jauh sebelumnya, tragedi gudang kimia di Tianjin tahun 2015 tetap menjadi salah satu yang paling mematikan dengan lebih dari 170 korban jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Tiongkok masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan apakah ledakan di Baotou ini dipicu oleh kegagalan teknis atau pelanggaran prosedur keselamatan kerja. Fokus utama otoritas saat ini tetap pada pencarian lima orang yang hilang di area terdampak paling parah.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber