NARASITODAY.COM – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di banyak wilayah Indonesia, terutama saat musim hujan. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini dapat berkembang cepat dan berujung fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
Selain perawatan medis, ada sejumlah pantangan penting yang wajib diperhatikan pasien maupun keluarga. Kesalahan kecil dalam penanganan justru bisa memperburuk kondisi. Berikut lima larangan penting agar demam berdarah tidak semakin parah:
1. Jangan Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Sembarangan
Pasien DBD dilarang mengonsumsi obat seperti aspirin, ibuprofen, atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko perdarahan karena memengaruhi fungsi trombosit.
Dokter umumnya hanya merekomendasikan paracetamol untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri, sesuai dosis yang dianjurkan.
2. Jangan Menunda Periksa ke Fasilitas Kesehatan
Demam tinggi yang tidak kunjung turun, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, mimisan, atau tubuh terasa sangat lemas adalah tanda bahaya DBD.
Menunda pemeriksaan dapat menyebabkan kondisi memburuk secara tiba-tiba, terutama saat memasuki fase kritis. Segera ke rumah sakit jika muncul gejala tersebut.
3. Jangan Mengabaikan Asupan Cairan
Pasien DBD sangat rentan mengalami dehidrasi akibat demam dan kebocoran plasma. Kurang minum cairan bisa memperparah kondisi dan memicu syok.
Hindari anggapan bahwa pasien harus “dibatasi minum”. Justru sebaliknya, cairan seperti air putih, oralit, atau cairan infus sesuai anjuran medis sangat dibutuhkan.
4. Jangan Memaksakan Aktivitas Berat
Meski demam mulai turun, pasien DBD tidak dianjurkan langsung beraktivitas berat. Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri, terutama karena trombosit biasanya masih rendah.
Aktivitas berlebihan dapat memicu kelelahan ekstrem dan meningkatkan risiko komplikasi.
5. Jangan Menganggap Sepele Fase Kritis
Banyak kasus DBD memburuk justru ketika demam mulai turun, biasanya pada hari ke-3 hingga ke-7. Fase ini sering disalahartikan sebagai tanda sembuh, padahal merupakan fase paling berbahaya.
Pengawasan ketat terhadap kondisi pasien, termasuk jumlah cairan masuk dan keluar serta pemeriksaan trombosit, sangat penting pada fase ini.
DBD bukan penyakit biasa yang bisa sembuh hanya dengan istirahat. Kedisiplinan dalam mengikuti anjuran dokter dan menghindari pantangan menjadi kunci utama keselamatan pasien.
Selain itu, upaya pencegahan seperti 3M Plus menguras, menutup, mendaur ulang, dan mencegah gigitan nyamuk tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kasus demam berdarah di masyarakat.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














