Ternyata DBD Bisa Menyerang Lebih dari Sekali, Ini Alasan Ilmiahnya

0
ilustrasi seorang laki-laki terkena demam berdarah (freepik.com/jcomp)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Masih banyak orang yang mengira kalau sekali terkena demam berdarah (DBD), tubuh akan kebal seumur hidup. Padahal faktanya, seseorang bisa terkena DBD dua kali, bahkan lebih selama hidupnya—terutama jika tinggal di daerah endemik seperti Indonesia.

DBD sendiri disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes, khususnya Aedes aegypti betina. Karena penyakit ini cukup sering muncul di wilayah tropis, tidak heran kalau cerita orang terkena DBD berkali-kali jadi hal yang cukup umum.

Lalu, kenapa seseorang bisa kena DBD lebih dari sekali?

1) Virus dengue punya 4 serotipe berbeda

Salah satu penyebab utamanya adalah karena virus dengue memiliki empat serotipe: DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Walau masih satu “keluarga”, masing-masing serotipe ini berbeda sehingga kekebalan tubuh dari satu serotipe tidak otomatis melindungi dari serotipe lainnya.

Baca Juga :  Kebiasaan Sederhana di Pagi Hari: Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Masih Kosong

Artinya, setelah sembuh dari DBD pertama, tubuh memang membentuk antibodi yang kuat untuk serotipe itu. Tapi kalau suatu saat kamu terkena virus dari serotipe lain, kamu tetap bisa terinfeksi lagi.

2) Antibodi lama bisa membuat infeksi berikutnya lebih berat

Hal yang bikin banyak orang lebih waspada adalah infeksi dengue berikutnya bisa jadi lebih parah. Ini berkaitan dengan fenomena yang dikenal sebagai antibody-dependent enhancement (ADE).

Baca Juga :  Bau Pusar Mengganggu? Mungkin Ini 5 Kesalahan Kebersihan yang Sering Dilakukan

Dalam kondisi tertentu, antibodi dari infeksi pertama justru dapat membantu virus serotipe lain masuk ke sel imun dan berkembang lebih cepat. Dampaknya, infeksi kedua bisa lebih berat dan berisiko memicu komplikasi seperti DBD berat hingga syok dengue.

3) Tinggal di wilayah endemik membuat risiko tetap tinggi

Di wilayah tropis, keempat serotipe dengue bisa beredar bersamaan. Ini membuat seseorang bisa terpapar serotipe yang berbeda di musim yang berbeda pula. Ditambah lagi, faktor lingkungan dan siklus nyamuk Aedes ikut memengaruhi tingginya kasus DBD berulang.

Baca Juga :  Tiga Warga Leuwiliang Terjangkit DBD, Puskesmas Lakukan Fogging

4) Imunitas bisa berubah seiring waktu

Meski antibodi terhadap serotipe yang pernah menyerang bisa bertahan lama, perlindungan terhadap serotipe lain biasanya hanya sementara. Seiring waktu, perlindungan silang ini bisa menurun sehingga risiko terinfeksi serotipe berbeda menjadi lebih besar.

Jadi, DBD bisa menyerang lebih dari sekali karena virus dengue punya beberapa jenis berbeda, dan kondisi imun tubuh tidak selalu mampu melawan serotipe lain secara maksimal. Inilah alasan kenapa pencegahan gigitan nyamuk tetap penting, bahkan untuk orang yang pernah kena DBD sebelumnya. (MG3) 

 

Editor : Mutiara

Sumber : idntimes.com