NARASITODAY.COM, JAKARATA – Asap kebakaran hutan kerap dianggap sebagai gangguan sementara yang akan hilang seiring waktu. Namun, bagi ibu hamil, paparan asap karhutla ternyata bisa membawa dampak yang lebih serius dan jangka panjang.
Sebuah studi terbaru menemukan adanya kaitan antara paparan asap kebakaran hutan pada trimester ketiga kehamilan dengan meningkatnya risiko anak mengalami autisme di usia dini. Penelitian ini menyoroti bahwa periode akhir kehamilan merupakan fase krusial perkembangan otak janin yang sangat sensitif terhadap polusi udara.
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology menganalisis data lebih dari 200 ribu kelahiran di California Selatan. Hasilnya menunjukkan bahwa ibu hamil yang terpapar asap karhutla selama lebih dari 10 hari menjelang persalinan memiliki risiko autisme pada anak hingga 23 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terpapar.
Asap kebakaran hutan mengandung partikel halus serta berbagai zat berbahaya yang dapat memicu peradangan dalam tubuh. Ketika terhirup oleh ibu hamil, partikel ini berpotensi mengganggu proses perkembangan saraf janin, terutama pada trimester ketiga saat otak berkembang dengan sangat cepat.
Meski belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, temuan ini menjadi peringatan penting tentang dampak kualitas udara terhadap kesehatan ibu dan anak. Di tengah meningkatnya frekuensi kebakaran hutan akibat perubahan iklim, perlindungan bagi ibu hamil dari paparan polusi udara menjadi hal yang semakin krusial. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com














