Cuaca Ekstrem Rusak Tujuh Rumah di Cijeruk, Relawan Diterjunkan Lakukan Pendataan

0
Cuaca Ekstrem
Tim gabungan saat berada di lokasi longsor yang melanda Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Foto (Jurnalinspirasi)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan longsor melanda Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, sepanjang sepekan terakhir. Dampaknya, sedikitnya tujuh rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga ambruk.

Selain merusak permukiman, bencana tersebut juga berdampak pada lahan pertanian warga, seperti sawah dan kebun, serta mengganggu aliran air di sejumlah desa terdampak.

Merespons kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama relawan kebencanaan, Satpol PP Kecamatan Cijeruk, dan unsur terkait lainnya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan korban serta kerugian material akibat bencana.

Pengurus PMI Kabupaten Bogor Bidang Relawan, Suganda, menyebut intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Indra Bekti Ungkap Rahasia Tirus dan Sehat

“Dalam sepekan terakhir, hujan turun cukup ekstrem. Tiga rumah ambruk dan sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan,” kata Suganda, Minggu (25/1/2026).

Ia merinci, tiga rumah yang ambruk berada di Desa Cipelang.

Sementara kerusakan rumah lainnya tercatat masing-masing satu unit di Desa Cibalung dan Warung Menteng, serta dua unit di Desa Sukaharja.

Tak hanya itu, longsor juga terjadi di Desa Tanjung Sari dan Cipelang, termasuk di kawasan perbukitan Blok Picung Celeng, Desa Cijeruk.

Longsoran tersebut memiliki panjang sekitar 70 meter dengan ketinggian tebing mencapai 250 meter, yang turut berdampak pada akses warga dan sistem aliran air.

Baca Juga :  Jambore Kades 2024 di Puncak Membangun Solidaritas dan Dukungan untuk UMKM Kabupaten Bogor

Suganda memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tersebut. Namun, kerugian yang dialami warga bersifat material dan memerlukan penanganan lanjutan.

“Data yang telah dihimpun akan kami laporkan ke pimpinan dan instansi terkait. Korban akan mendapatkan bantuan dari PMI serta dinas lain seperti Dinas Sosial, Baznas, dan DKPP Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Untuk memastikan data akurat dan respons cepat, PMI Kecamatan Cijeruk bersama Satpol PP dan relawan kebencanaan terus berpatroli ke desa-desa terdampak.

Seluruh relawan juga diminta tetap siaga, mengingat potensi hujan masih tinggi di wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Idul Fitri Aman dan Lancar, Bupati Bogor Sampaikan Terima Kasih atas Dedikasi Jajaran Personil Tim Pengamanan

Sementara itu, Ketua Tim Kecamatan Siaga Bencana (Kencana) Cijeruk, HM Farullah, mengatakan seluruh unsur relawan telah disiagakan guna mengantisipasi bencana susulan.

“Tim Kencana sudah standby. Beberapa kejadian seperti robohnya dapur rumah warga akibat longsor di Desa Tanjung Sari dan pohon tumbang di Desa Cipelang sudah kami tangani,” ujar Farullah.

Ia menambahkan, Tim Kencana melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, organisasi kepemudaan, hingga lembaga desa.

Hal tersebut dilakukan agar setiap laporan bencana dari masyarakat dapat segera ditangani di lapangan

Editor : Andreas

Sumber : Jurnalinspirasi