Bencana Cisarua Bandung Barat, Tim DVI Terima 25 Kantong Jenazah

0
Bencana Cisarua Bandung Barat
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan (Tengah) saat menyampaikan di lokasi kejadian. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BANDUNG BARAT– Proses identifikasi korban bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih terus dilakukan.

Hingga Minggu (25/1/2026) pukul 17.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mencatat sebanyak 25 kantong jenazah telah diterima di Pos DVI.

Pos DVI menjadi pusat pemeriksaan dan identifikasi jenazah hasil evakuasi tim SAR gabungan yang bekerja di lokasi bencana.

Sejumlah personel masih disiagakan untuk mendukung proses evakuasi, meski pencarian korban sempat dihentikan sementara akibat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.

Baca Juga :  Prestasi Gemilang Isai Kesek: Binaragawan Indonesia Pertama yang Berkompetisi di Mr. Olympia 2024

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa dari total 25 kantong jenazah yang diterima, 11 korban telah berhasil diidentifikasi.

“Sebanyak 11 jenazah telah teridentifikasi, terdiri dari 10 jenazah dalam kondisi utuh dan satu korban yang teridentifikasi dari potongan tubuh,” ujar Hendra, Minggu (25/1/2026).

Sementara itu, 14 kantong jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi melalui pemeriksaan post mortem dan pencocokan data ante mortem oleh tim DVI Polri bersama unsur terkait.

Adapun korban yang telah berhasil diidentifikasi, yakni: Suriana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (80), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Ismayanti (43), M. Kori (30), Al-Sumari (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31).

Baca Juga :  4.132 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat

Korban M. Kori teridentifikasi berdasarkan satu potongan tubuh berupa tangan.
Menurut Hendra, kecepatan proses identifikasi sangat bergantung pada kondisi jenazah serta kelengkapan data pendukung yang dimiliki korban.

“Untuk jenazah yang ditemukan dalam kondisi utuh dan memiliki identitas, prosesnya relatif lebih cepat. Namun, jika berupa potongan tubuh, pencocokan data memerlukan waktu lebih lama dan ketelitian tinggi,” jelasnya.

Baca Juga :  Libur Nataru, Kunjungan ke Destinasi Wisata di Jawa Barat Meningkat Tajam

Di sisi lain, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan menghentikan sementara operasi pencarian akibat faktor keselamatan.

Proses pencarian dan evakuasi direncanakan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya. Hingga saat ini, masih terdapat korban yang diduga tertimbun material longsor.

Kabid Humas Polda Jabar juga mengajak masyarakat untuk mendoakan kelancaran seluruh proses kemanusiaan yang sedang berlangsung.

“Kami memohon doa dan dukungan agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, rekan media, serta keluarga korban diberikan kekuatan dan keselamatan,” pungkasnya.

Editor : Andreas

Sumber : Humas Polres Bogor