Usai Rilis Broken Strings, Aurelie Moeremans Kantongi Bukti Baru Masa Lalu

0
Aurelie Moeremans. Foto: dok Pinterest

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Keputusan Aurelie Moeremans mengungkap luka masa lalu melalui buku memoar berjudul Broken Strings ternyata membawa pengaruh besar dalam kehidupannya. Kisah kelam yang selama ini ia pendam bukan hanya menjadi bagian dari proses penyembuhan diri, tetapi juga membuka peluang baru untuk memperjuangkan keadilan yang sempat tertunda.

Aktris yang kini telah menikah dengan Tyler Bigenho itu mengungkapkan bahwa ia telah mengantongi sejumlah bukti tambahan terkait pengalaman pahit yang pernah dialaminya. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan situasi beberapa tahun lalu, saat niatnya untuk menempuh jalur hukum harus terhenti karena keterbatasan bukti.

“Dulu sebenarnya aku sempat ingin memproses ini secara hukum bersama orang tua. Tapi waktu itu ada yang menyampaikan kalau bukti aku belum cukup kuat karena tidak ada rekaman atau dokumen pendukung,” ujar Aurelie Moeremans melalui kanal YouTube pribadinya, Minggu (25/1).

Baca Juga :  Latar Belakang Tyler Bigenho: Ahli Chiropractic yang Berhasil Menikahi Aurelie Moeremans!

Saat itu, Aurelie yang masih berusia sangat muda merasa posisinya belum cukup kuat untuk melawan. Tanpa bukti konkret, ia memilih mundur dan berusaha berdamai dengan trauma yang tertinggal.

Situasi mulai berubah setelah Broken Strings dirilis dan mendapat perhatian luas dari publik. Buku tersebut menjadi viral dan dibaca banyak orang, hingga secara tak terduga membuka jalan baru dalam upayanya mencari keadilan.

Aurelie mengungkapkan, setelah buku tersebut terbit, sejumlah pihak mulai menghubunginya dan mengaku memiliki bukti serta pengalaman serupa terkait perlakuan buruk dari pelaku di masa lalu.

Baca Juga :  Lee Jung Ha Siap Jalani Wamil, Resmi Masuk Korps Marinir Januari 2026

“Setelah buku aku rilis, ada beberapa orang yang tiba-tiba menghubungi aku dan memberikan bukti-bukti yang sebelumnya aku belum punya,” tuturnya.

Bagi Aurelie, kemunculan bukti-bukti baru ini terasa seperti tanda bahwa kebenaran akan menemukan jalannya sendiri. Meski waktu telah berlalu cukup lama, ia menilai perjuangan para korban tetap penting untuk diperjuangkan.

“Mungkin ini memang pertanda. Tapi tujuan utama aku menulis buku ini tetap untuk mendorong adanya perubahan,” kata Aurelie.

Sorotan publik terhadap kisah Aurelie juga kian menguat setelah anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, ikut angkat bicara. Ia menegaskan pentingnya peran negara dalam melindungi korban child grooming serta mendorong agar pelaku tidak terus diberi ruang di ranah publik.

Baca Juga :  Memoar Aurelie Viral, KemenPPPA Siap Berdialog Soal Child Grooming

Kini, Aurelie yang sebelumnya hanya ingin berdamai dengan masa lalu mulai mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum, terutama jika tekanan dan intimidasi masih ia terima. Dengan bukti tambahan yang kini dimilikinya, posisi Aurelie dinilai jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

“Dulu aku memang tidak mendapatkan keadilan yang seharusnya menjadi hak aku. Tapi kalau buku ini bisa membantu orang lain mendapatkan keadilan, itu sudah menjadi kemenangan buat aku,” pungkasnya. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : tabloidbintang.com