
NARASITODAY.COM, BANTEN- Stasiun Kereta Api Jatake yang berlokasi di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (28/1). Diresmikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Peresmian ini menandai hadirnya simpul transportasi baru pada lintas Tanah Abang-Rangkasbitung guna mendukung mobilitas masyarakat kawasan perkotaan.
Menhub Dudy mengatakan, pembangunan Stasiun Jatake merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan transportasi publik seiring pesatnya pengembangan kawasan Serpong, BSD, dan sekitarnya.
“Stasiun Jatake dibangun untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh serta meningkatnya kebutuhan angkutan umum di wilayah ini,” ujar Dudy dalam sambutannya.
Kehadiran Stasiun Jatake diharapkan dapat mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Rawabuntu dan Cisauk yang selama ini mengalami lonjakan penumpang harian.
Stasiun ini memiliki kapasitas pelayanan hingga 20.000 penumpang per hari.
Pembangunan Stasiun Jatake dilakukan melalui skema kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, dan badan usaha swasta tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan skema pembiayaan kreatif.
Menhub Dudy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan stasiun tersebut.
“Pembangunan ini dapat terwujud tanpa dana APBN melalui kolaborasi yang sehat dan saling menguatkan,” katanya.
Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 3.198 meter persegi dengan bangunan tiga lantai.
Fasilitas stasiun meliputi peron seluas 300 meter persegi serta area penunjang yang terintegrasi untuk menunjang kenyamanan penumpang.
Dari sisi operasional, perjalanan kereta yang melintas di Stasiun Jatake memiliki waktu kedatangan atau headway sekitar 5 hingga 10 menit.
Total frekuensi perjalanan harian yang melalui stasiun ini mencapai 192 perjalanan.
Peresmian Stasiun Jatake sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat perkeretaapian sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan massal untuk mengurangi kemacetan dan emisi.
“Stasiun ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, memperlancar pergerakan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya,” pungkas Menhub Dudy.
Wartawan : Andreas













