Ramai Tren Cuci Muka Pakai Air Beras, Benarkah Baik untuk Kulit?

0
Foto: Ilustrasi air beras (Getty Images/iStockphoto)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Tren perawatan kulit alami kembali ramai di media sosial. Kali ini, air cucian beras disebut-sebut punya banyak manfaat untuk kulit wajah, mulai dari membuat kulit lebih cerah, halus, hingga tampak awet muda. Tak sedikit warganet yang mengaku rutin memanfaatkan air beras setiap kali mencuci beras di rumah.

“Air sisaan cuci beras jangan dibuang, bisa dipakai buat cuci muka,” tulis seorang netizen. Ada pula yang membagikan pengalaman orang tuanya yang rutin menggunakan endapan air beras dan disebut memiliki kulit sehat meski usia tak lagi muda.

Lantas, benarkah mencuci muka dengan air beras aman dan bermanfaat untuk kulit?

Baca Juga :  5 Manfaat Tawas yang Menakjubkan untuk Kesehatan dan Perawatan Tubuh

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin, dr I Gusti Nyoman Darmaputra SpCDVE, air beras memang berpotensi memberikan manfaat tertentu bagi kulit. Kandungan seperti inositol, antioksidan, serta beberapa vitamin di dalam air beras diketahui dapat membantu menjaga kesehatan kulit.

Meski begitu, dr Darmaputra mengingatkan bahwa hasil yang didapat tidak bisa dilepaskan dari perawatan kulit secara menyeluruh dan gaya hidup yang sehat. Air beras bukan satu-satunya faktor penentu kondisi kulit.

“Perawatan kulit itu tetap harus dilihat secara keseluruhan, termasuk gaya hidup dan treatment yang tepat,” jelasnya.

Bagi yang ingin mencoba mencuci wajah dengan air beras, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kebersihan beras dan air cucian yang digunakan. Air cucian pertama umumnya masih mengandung kotoran dari proses pengolahan beras, sehingga banyak orang memilih menggunakan air cucian kedua atau ketiga yang dinilai lebih bersih, namun tetap mengandung pati dan nutrisi.

Baca Juga :  5 Masalah Kesehatan Akibat Minum Jus Seledri Secara Berlebihan

Kebersihan wadah penyimpanan juga tak kalah penting. Air beras sebaiknya disimpan dalam wadah bersih, tertutup, dan diletakkan di lemari es dengan waktu simpan maksimal satu hingga dua hari untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur.

Jika air beras mulai berbau asam atau menunjukkan tanda fermentasi berlebih, dr Darmaputra menyarankan agar tidak lagi digunakan untuk mencuci wajah. Penggunaan beras organik juga dinilai dapat meminimalkan risiko residu pestisida.

Baca Juga :  5 Khasiat Jus Alpukat untuk Ibu Hamil yang Akan Membuatmu Terpikat dan Tidak Dilewatkan

Namun, tidak semua orang disarankan mengikuti tren ini. Pemilik kulit sensitif atau berjerawat sebaiknya lebih berhati-hati karena air beras berpotensi memicu iritasi pada kondisi kulit tertentu.

“Yang paling utama itu kebersihan dan kecocokan dengan kondisi kulit masing-masing. Kalau ragu, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter,” tandasnya.

Dengan maraknya tren perawatan kulit alami di media sosial, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dan tidak asal mengikuti tips viral tanpa memahami risiko dan manfaatnya secara menyeluruh. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth