Anak Suka Pilih-pilih Makanan? Waspadai Risiko Kekurangan Gizi Sejak Dini

0
Foto: Ilustrasi anak pilah pilih makanan (Getty Images/Userba011d64_201)

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Banyak orang tua pernah berada di situasi yang sama: makanan sudah disiapkan dengan penuh usaha, tapi si kecil justru menolak makan atau hanya mau menu tertentu saja. Kebiasaan pilih-pilih makanan atau picky eating memang cukup umum terjadi, terutama pada anak usia 1 hingga 3 tahun.

Sekilas terlihat sepele dan sering dianggap bagian dari fase tumbuh kembang. Namun, jika berlangsung lama tanpa penanganan yang tepat, picky eating bisa berdampak pada kecukupan gizi anak dan memengaruhi pertumbuhannya.

Anak dengan perilaku picky eating biasanya menunjukkan beberapa tanda khas, seperti makan dalam porsi sangat sedikit, menolak mencoba makanan baru, atau hanya mau mengonsumsi jenis makanan tertentu yang disukainya. Ada juga anak yang memuntahkan makanan, mudah rewel saat waktu makan, atau masih sangat bergantung pada susu.

Baca Juga :  5 Manfaat Minum Air Hangat Saat Pagi, Alternatif Sehat Pengganti Kopi

Masalahnya, pola makan yang kurang bervariasi membuat anak berisiko tidak mendapatkan asupan gizi penting. Beberapa zat gizi yang sering kurang pada anak picky eater antara lain protein, zat besi, magnesium, dan mikronutrien lain yang berperan penting dalam tumbuh kembang.

Baca Juga :  Screen Time Berlebihan pada Anak, Ini Risiko Jangka Pendek dan Panjang yang Perlu Diwaspadai

Sejumlah studi menunjukkan bahwa anak yang sulit makan cenderung mengalami kenaikan berat badan yang tidak optimal, terutama pada usia balita. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan fisik, perkembangan mental, hingga perilaku anak. Di sisi lain, anak juga berisiko mengalami obesitas jika hanya mau makanan tinggi gula dan lemak, tetapi rendah nilai gizi.

Karena itu, orang tua disarankan untuk rutin memantau pertumbuhan anak, terutama berat badan dan tinggi badannya. Jika grafik pertumbuhan terlihat stagnan atau tidak sesuai usia, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Pamijahan Catatkan Kasus Stunting Tertinggi, Pemkab Bogor Lakukan Penanganan Khusus

Pakar nutrisi anak juga menekankan pentingnya menerapkan feeding rules sejak dini. Aturan makan yang konsisten, seperti jadwal makan teratur, durasi makan maksimal sekitar 30 menit, serta pemberian camilan di waktu yang tepat, dapat membantu anak belajar mengenal rasa lapar dan kenyang.

Pendekatan yang tenang, konsisten, dan tanpa paksaan menjadi kunci agar anak merasa nyaman saat makan. Dengan begitu, kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi dan proses tumbuh kembangnya bisa berjalan optimal. (MG3)

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth