Kecamatan Nanggung Awasi Dana Desa, Infrastruktur Jadi Fokus Evaluasi Akhir Tahun

0
Kecamatan Nanggung
Pemerintah Kecamatan Nanggung tengah melakukan monev. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGORPemerintah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan desa dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program infrastruktur yang didanai Dana Desa, Bantuan Provinsi, serta Bantuan Keuangan APBD sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang diterima desa benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Nanggung, Ridwan, mengatakan monev bukan sekadar rutinitas administrasi, melainkan instrumen kontrol agar perencanaan dan realisasi pembangunan berjalan sejalan.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Konsisten Laksanakan Keterbukaan Informasi, Komisi Informasi Jabar Lakukan Monev dan Uji Petik

Monev ini memastikan program yang direncanakan sesuai dan anggaran yang diterima desa benar-benar terealisasi di lapangan,” ujar Ridwan, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, ketertiban administrasi menjadi syarat mutlak dalam pengelolaan keuangan desa.

Karena itu, evaluasi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada hasil fisik pembangunan, tetapi juga pada kelengkapan dokumen pelaksanaan kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, tim kecamatan turun langsung ke lapangan bersama pendamping desa dan unsur Babinsa.

Pengukuran fisik pembangunan dilakukan secara terbuka sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Baca Juga :  Pj. Bupati Bogor Bacakan Manifesto Lingkungan di Kawah Ratu, Rayakan HUT RI ke-79

“Anggaran harus dialokasikan sesuai kebutuhan riil desa agar pembangunan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” tegas Ridwan.

Salah satu desa yang menjadi lokasi monev adalah Desa Pangkaljaya. Kepala Desa Pangkaljaya, Taupik Sumarna, menyampaikan sejumlah pembangunan infrastruktur yang telah direalisasikan sepanjang 2025.

Di antaranya pembangunan lapangan desa yang semula direncanakan berukuran 60 x 45 meter, dengan progres pekerjaan saat ini mencapai sekitar 20 x 41 meter.

Selain itu, pemerintah desa juga merealisasikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di RW 03, pengaspalan hotmix jalan lingkungan di RW 11 dan RW 13, serta betonisasi jalan lingkungan di RW 05 dan RW 10.

Baca Juga :  Profesor Harvard asal Brasil ditangkap setelah pencabutan visa non-imigran sementara

Taupik menambahkan, pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi prioritas utama desa.

Pada 2026 mendatang, pemerintah desa akan melanjutkan pembangunan lapangan desa serta meningkatkan kualitas jalan lingkungan demi menunjang aktivitas dan mobilitas warga.

“Pembangunan lapangan dan peningkatan jalan desa akan kami prioritaskan pada tahun 2026,” pungkasnya.

Wartawan : Andreas