
NARASITODAYM.COM, BOGOR- Akibat gerusan aliran Sungai Cidurian, Jalan Raya Jasinga di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, nyaris tergerus longsor pada Selasa (2/2/2026).
Kejadian tersebut memaksa petugas menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M.
Adam Hamdani, menjelaskan bahwa longsor dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jasinga dalam durasi cukup lama.
Kondisi tersebut menyebabkan tebing bantaran sungai yang menopang badan jalan amblas.
“Curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tebing di bantaran Sungai Cidurian yang berada tepat di sisi Jalan Raya Jasinga mengalami longsor,” ujar Adam, Selasa (2/2/2026).
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, longsoran memiliki dimensi panjang sekitar 6 meter, tinggi 20 meter, dan lebar 3 meter.
Peristiwa ini turut menyeret sebuah pohon besar di tepi jalan hingga berada dalam posisi miring dan menimpa kabel listrik milik PLN.
“Pohon yang terbawa longsor saat ini condong ke arah sungai dan tertahan oleh kabel PLN yang melintang di atasnya,” katanya.
Hingga kini, proses evakuasi material longsor maupun pohon tumbang belum dapat dilakukan.
BPBD menilai kondisi tanah di lokasi kejadian masih sangat labil dan berpotensi terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas.
“Evakuasi belum bisa dilaksanakan karena kondisi tanah belum stabil. Kami khawatir terjadi pergerakan tanah lanjutan jika dilakukan saat ini,” tegas Adam.
Sebagai langkah antisipasi, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas di jalur penghubung Jasinga- Bogor. Akses jalan dibuka secara terbatas dengan sistem satu arah bergantian.
“Kendaraan dari arah Jasinga menuju Bogor diberlakukan sistem buka-tutup demi keamanan bersama,” pungkasnya.***
Editor : Andreas













