NARASITODAY.COM, MALAGA – Langit di atas Semenanjung Iberia kembali berubah menjadi kelabu yang mengancam. Di bawah guyuran hujan yang seolah tak kunjung reda, ribuan warga di Spanyol selatan terpaksa meninggalkan rumah mereka, memanggul tas berisi pakaian dan memori, demi menghindari amukan air yang mulai meluap.
Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) resmi menetapkan status siaga merah level peringatan tertinggi di sejumlah wilayah Andalusia pada Rabu (4/2/2026). Badai yang diberi nama “Leonardo” ini membawa curah hujan ekstrem yang dikhawatirkan akan memicu banjir bandang dan longsor susulan di tanah yang sudah jenuh air.
Juru bicara AEMET, Ruben del Campo, memberikan peringatan serius mengenai kondisi alam yang saat ini berada pada titik kritis.
“Hujan dalam jumlah luar biasa sedang turun di wilayah di mana tanahnya sangat jenuh dan alur sungai sudah membawa banyak air akibat curah hujan sebelumnya,” kata Ruben del Campo, sebagaimana dilansir dari AFP.
Evakuasi Massal dan Kota yang Sunyi
Sejak Selasa malam, suasana di Andalusia berubah mencekam namun sigap. Layanan darurat melaporkan lebih dari 3.000 orang telah dievakuasi dari pemukiman di bantaran sungai dan dataran rendah. Kota-kota yang biasanya hidup kini mendadak sunyi dan aktivitas pendidikan lumpuh total setelah pemerintah daerah memutuskan untuk menutup seluruh sekolah, kecuali di wilayah timur Almeria.
Di jalan-jalan yang mulai tergenang, ratusan personel militer berseragam lengkap bahu-membahu dengan tim penyelamat sipil. Mereka berlomba dengan waktu untuk memperkuat tanggul dan memastikan tidak ada warga yang terjebak di zona bahaya.
Situasi ini tak pelak membangkitkan kembali trauma kolektif rakyat Spanyol. Bayang-bayang tragedi Oktober 2024, di mana banjir besar merenggut lebih dari 230 nyawa di Valencia, seolah kembali menghantui di setiap rintik hujan Leonardo.
Ancaman Lintas Perbatasan
Amukan Leonardo tidak berhenti di perbatasan Spanyol. Di Portugal, suasana waspada menyelimuti wilayah pesisir yang kini berstatus siaga oranye. Setelah pekan lalu cuaca ekstrem menewaskan lima orang, kini wilayah utara dan tengah Portugal juga bersiap menghadapi potensi hujan salju lebat dan angin kencang yang diprediksi bertahan hingga Sabtu mendatang.
Di balik fenomena alam yang kian ganas ini, para ilmuwan memberikan catatan merah bagi peradaban. Badai seperti Leonardo bukan sekadar siklus cuaca biasa, melainkan alarm nyata dari pemanasan global. Aktivitas manusia dinilai telah membuat cuaca ekstrem menjadi lebih sering, lebih lama, dan jauh lebih kuat dari dekade-dekade sebelumnya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














