NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Pasangan politik paling berpengaruh di Amerika Serikat, Bill dan Hillary Clinton, resmi mengambil posisi ofensif menghadapi penyelidikan Kongres. Keduanya menuntut agar kesaksian mereka terkait hubungan dengan mendiang pelaku perdagangan seks Jeffrey Epstein dilakukan secara terbuka dan dapat diakses oleh publik.
Langkah berani ini diambil untuk memukul balik upaya faksi Republik yang dituding sengaja mempolitisasi kasus tersebut melalui sidang tertutup. Bagi keluarga Clinton, transparansi adalah satu-satunya cara untuk membungkam narasi yang menyudutkan mereka.
Menolak Sidang di Ruang Gelap
Mantan Presiden Bill Clinton menyampaikan keberatan kerasnya melalui platform X pada Jumat (7/2/2026). Ia mengibaratkan kesaksian tertutup sebagai sebuah sandiwara hukum yang berbahaya.
“Mari kita hentikan permainan ini dan lakukan dengan cara yang benar, yakni dalam sidang terbuka untuk umum,” ujar Bill Clinton. Ia menegaskan bahwa memberikan kesaksian secara tertutup sama saja dengan diadili di “pengadilan yang tidak adil” (kangaroo court).
Senada dengan sang suami, Hillary Clinton menantang Komite Pengawas DPR yang dipimpin Partai Republik untuk membawa perselisihan ini ke hadapan rakyat Amerika.
“Jika kalian ingin perselisihan ini… mari kita lakukan di depan umum,” tegas Hillary pada Kamis (5/2/2026), seraya menambahkan bahwa mereka telah memberi tahu komite tentang “apa yang kami ketahui.”
Epstein Files dan Polemik Tebang Pilih
Desakan ini muncul setelah Departemen Kehakiman merilis lebih dari tiga juta dokumen dalam Epstein Files pekan lalu. Meski nama Bill Clinton kerap muncul terutama terkait penggunaan pesawat pribadi Epstein untuk urusan kemanusiaan awal 2000-an hingga kini belum ada bukti hukum yang menunjukkan keterlibatannya dalam tindak kriminal di pulau pribadi Little Saint James.
Pihak Demokrat pun mulai melancarkan kritik tajam. Mereka menilai penyelidikan ini merupakan alat serang politik untuk kepentingan Presiden Donald Trump, mengingat Trump juga merupakan kenalan lama Epstein namun belum mendapatkan panggilan serupa untuk bersaksi.
| Profil Singkat Isu | Detail |
| Objek Penyelidikan | Hubungan tokoh elite dengan jaringan Jeffrey Epstein. |
| Lokasi Krusial | Pulau Little Saint James (Kepulauan Virgin AS). |
| Jumlah Dokumen | > 3 Juta foto, video, dan berkas. |
| Status Hukum Clinton | Belum ada bukti keterlibatan dalam kegiatan kriminal. |
Antara Tuduhan dan Pembelaan
Bill Clinton secara konsisten mengakui pernah menumpangi pesawat Epstein demi kepentingan Clinton Foundation, namun ia bersumpah tidak pernah menginjakkan kaki di pulau terisolasi yang diduga menjadi pusat pelecehan gadis di bawah umur tersebut.
Di sisi lain, Hillary Clinton yang pernah menjadi rival sengit Trump dalam Pilpres 2016, memilih jarak yang lebih tegas. Ia menyatakan tidak pernah berinteraksi secara berarti dengan Epstein, tidak pernah naik pesawatnya, apalagi mengunjungi pulaunya.
Kini, bola panas berada di tangan Komite Pengawas. Apakah mereka akan mengabulkan permintaan sidang terbuka yang berisiko menjadi panggung pembelaan diri keluarga Clinton, atau tetap pada rencana semula yang dicap sebagai “sidang ruang gelap”?
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














