NARASITODAY.COM, BAGHDAD – Asap hitam pekat kembali membubung dari Kilang Baiji, fasilitas energi paling bersejarah di Irak utara. Sebuah ledakan hebat yang dipicu masalah teknis melanda unit peningkatan mutu (upgrading unit) pada Senin (9/2/2026), merenggut satu nyawa pekerja dan melukai enam lainnya di tengah upaya Irak menjaga stabilitas energi nasionalnya.
Insiden ini menjadi hantaman bagi kilang yang terletak sekitar 200 kilometer di utara Baghdad tersebut. Fasilitas yang berada di Provinsi Salaheddin ini bukan sekadar instalasi industri, melainkan simbol ketangguhan ekonomi Irak yang baru saja bangkit dari puing-puing peperangan.
Ledakan di Balik Kerusakan Teknis
Api yang berkobar di area vital tersebut sempat memicu kepanikan sebelum akhirnya tim pemadam kebakaran berhasil menguasai keadaan. Unit Media Keamanan Pemerintah Irak memastikan bahwa penanganan cepat telah dilakukan, meskipun korban jiwa tetap tak terhindarkan.
“Satu pekerja tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut,” tulis pernyataan resmi otoritas keamanan Irak, sebagaimana dikutip dari AFP, Selasa (10/2/2026).
Pejabat lokal Kota Baiji, Adel al-Daj, memberikan rincian awal mengenai penyebab petaka tersebut. Menurutnya, kegagalan pada sistem internal fasilitas menjadi pemicu utama ledakan.
“Ledakan yang memicu kebakaran disebabkan oleh kerusakan teknis pada fasilitas kilang,” ungkap Adel al-Daj.
Luka Lama di Pusat Energi
Kilang Baiji memiliki sejarah panjang yang getir. Fasilitas ini pernah menjadi saksi bisu pertempuran sengit melawan kelompok ISIS pada 2014, yang menyisakan kerusakan parah hingga hampir tak beroperasi. Setelah melalui proses rehabilitasi besar-besaran, kilang ini baru saja dibuka kembali pada Februari 2024 untuk menyokong kebutuhan energi domestik.
Irak sangat bergantung pada kelancaran operasional fasilitas seperti Baiji. Sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia, sekitar 90% pendapatan anggaran negara bersumber dari emas hitam ini. Gangguan sekecil apa pun di kilang tersebut tidak hanya berdampak pada lampu-lampu di rumah warga, tetapi juga pada denyut nadi perekonomian nasional.
Kini, sementara para korban luka menjalani perawatan medis, otoritas terkait mulai melakukan evaluasi mendalam untuk memastikan “jantung” energi Irak ini tidak kembali berhenti berdetak akibat kendala teknis yang serupa.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














