Jejakin dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup

0
Jejakin dan Badan Pengelola
PT Antam UBPE Pongkor mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, melalui program penyuluhan bagi petani dengan target panen padi hingga lima kali dalam setahun. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR — PT Antam UBPE Pongkor mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, melalui program penyuluhan bagi petani dengan target panen padi hingga lima kali dalam setahun.

Program ini dijalankan bekerja sama dengan Jejakin dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Selain itu, koordinasi teknis turut melibatkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Wilayah 3 Kecamatan Nanggung dan Sukajaya.

Kegiatan penyuluhan dipusatkan di Garitan atau Rumah Gerakan Ramah Lingkungan, yang menjadi tempat berkumpulnya para petani Desa Kalongliud.

Baca Juga :  Masjid At-Taqwa Bogor Siap Fungsikan Sejak Awal Ramadan 2025

Asisten Manajer CSR Antam UBPE Pongkor, Edi Ayuba, mengatakan metode baru yang diperkenalkan diawali dari proses pembibitan unggul menggunakan sistem budidaya greenhouse. Melalui metode tersebut, produktivitas yang sebelumnya rata-rata tiga kali panen per tahun ditingkatkan menjadi lima kali panen.
“Targetnya dari tiga kali panen menjadi lima kali dalam setahun. Namun tetap bergantung pada kondisi irigasi. Dengan metode pembibitan yang lebih baik, peluang panen lima kali setahun terbuka,” ujar Edi kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga :  Gempa Raksasa M 8,2 Guncang Mindanao, Indonesia Rilis Peringatan Dini Tsunami

Menurutnya, penyuluhan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga penguatan kapasitas petani dalam mengelola pertanian berbasis teknologi.

Program ini diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi desa melalui sektor pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Penyuluhan diikuti sejumlah kelompok tani, yakni Kelompok Tani Sukamaju, Guna Pangan, Cempaka Pasirbenteng, dan Cempaka Dua Pasir Manggu.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Gelar Panen Cabai untuk Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok

Ketua Kelompok Tani Taruna Muda, Wahyudin, menyambut baik penerapan metode modern tersebut. Ia menilai, keterlibatan pihak yang kompeten menjadi motivasi tersendiri bagi petani untuk bertransformasi.

“Biasanya dalam setahun hanya dua sampai tiga kali panen. Sekarang kami mencoba teknologi baru agar bisa mencapai lima kali panen dalam setahun,” katanya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Antam berharap produktivitas pangan di wilayah Nanggung dapat meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.

Editor : Andreas