NARASITODAY.COM, WELLINGTON – Langit Pulau Utara Selandia Baru berubah menjadi palet abu-abu yang mencekam saat hujan deras dan angin kencang ekstrem menerjang pada Senin (16/2/2026). Cuaca buruk ini melumpuhkan urat nadi transportasi, memutus aliran listrik ke puluhan ribu rumah, dan meninggalkan jejak kerusakan yang luas.
Kelumpuhan Transportasi dan Pemadaman Massal
Ibu kota negara, Wellington, menjadi salah satu titik terparah. Otoritas bandara melaporkan pembatalan massal dan penundaan jadwal penerbangan. Maskapai Air New Zealand terpaksa mengambil langkah drastis dengan menghentikan operasional sementara di Bandara Wellington, Napier, dan Palmerston North.
Kondisi di darat tidak kalah kacau. Lebih dari 30.000 properti kehilangan daya listrik, dengan 10.000 di antaranya berada di wilayah Wellington. Sekolah-sekolah ditutup, dan warga diimbau untuk tetap di dalam rumah demi menghindari risiko perjalanan darat yang mematikan.
“Kami mengalami malam yang sangat sibuk, dan petugas pemadam kebakaran masih terus merespons panggilan darurat,” ujar Ken Cooper, Asisten Komandan Nasional Emergency New Zealand.
Dari total 852 panggilan darurat yang masuk dalam semalam, lebih dari separuhnya berasal dari warga Wellington yang terkepung badai.
Di tengah badai, muncul fenomena menjijikkan yang dijuluki warga sebagai “poonami”. Kerusakan instalasi pengolahan limbah pada awal bulan ini membuat limbah mentah dibuang ke lepas pantai. Angin kencang akhir pekan ini justru mendorong kembali polusi tersebut ke garis pantai, memperburuk krisis lingkungan di tengah bencana alam.
Di Bunnythorpe, sekitar 160 kilometer utara Wellington, Marilyn Bulford menceritakan pengalaman mengerikannya saat melihat kekuatan alam menghancurkan wilayahnya.
“Kondisinya sangat parah. Saya belum pernah melihat yang seperti ini,” ujarnya kepada New Zealand Herald. “Pohon-pohon tumbang di mana-mana, menimpa mobil, pagar, jalan. Lapangan golf hancur total. Saya belum pernah melihat pohon besar tertiup angin sekuat ini.”
Korban Jiwa dan Prediksi Cuaca
Bencana ini telah memakan korban jiwa. Seorang pria ditemukan tewas pada Sabtu lalu di dalam kendaraannya yang tenggelam di ruas jalan raya. Foto-foto satelit dan dokumentasi warga menunjukkan kawasan semi-pedesaan yang kini berubah menjadi danau, dengan rumah-rumah yang terendam serta infrastruktur jalan yang amblas.
Sistem tekanan rendah yang menguat di timur Pulau Utara ini diperkirakan akan bergeser ke arah Pulau Selatan pada Selasa besok. Otoritas setempat tetap dalam status siaga tinggi, memperingatkan warga akan potensi gangguan lanjutan yang mungkin terjadi.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














