NARASITODAY.COM, JAKARTA – Jejak panjang etnis Tionghoa di Indonesia serta interaksinya dengan budaya lokal, termasuk ajaran Islam, melahirkan perpaduan tradisi yang masih terasa hingga sekarang. Salah satu wujud paling nyata terlihat pada kuliner, di mana sejumlah makanan asal China bertransformasi menjadi versi halal dan kian populer di Tanah Air.
Momen ini terasa semakin spesial karena pada 2026 perayaan Imlek berdekatan dengan awal Ramadan, membuat hidangan hasil perpaduan budaya tersebut kembali banyak diminati.
Perpaduan budaya Tionghoa dan Indonesia dalam dunia kuliner bukanlah hal baru. Sejak lama, hidangan-hidangan ini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Berikut lima makanan asal China yang beradaptasi menjadi halal dan digemari di Indonesia.
1. Bakpao
Di China, bakpao dikenal sebagai mantou dan umumnya berisi daging babi kukus. Namun saat hadir di Indonesia, isinya disesuaikan dengan selera lokal, seperti kacang hijau, ayam, cokelat, hingga daging sapi.
Tak hanya isinya yang berubah, maknanya pun ikut bergeser. Jika di Tiongkok bakpao identik dengan simbol perayaan atau keberuntungan, di Indonesia ia menjadi camilan umum yang mudah ditemukan kapan saja.
2. Bakmi
Secara bahasa, bakmi berasal dari dialek Hokkien yang berarti mi daging (mi babi). Hidangan ini dibawa para perantau Tionghoa dan kemudian berkembang di berbagai daerah Indonesia.
Seiring waktu, bakmi mengalami penyesuaian rasa dengan tambahan kecap manis dan sambal khas Nusantara. Topping babi diganti dengan ayam, sapi, atau bakso. Kini hadir beragam variasi seperti bakmi Jawa dan bakmi Bangka yang semakin memperkaya pilihan.
3. Siomay
Siomay berakar dari hidangan Mandarin shumai yang masuk melalui jalur perdagangan. Di negara asalnya, shumai biasanya berbahan daging babi. Ketika berkembang di Indonesia, bahan utamanya berubah menjadi ayam, udang, atau ikan tenggiri.
Di sini, siomay populer sebagai jajanan khas Bandung yang disajikan dengan bumbu kacang, lengkap dengan kentang, tahu, kol, dan telur.
4. Bakcang Ayam
Bakcang tradisional China dibuat dari beras ketan berisi daging babi dan dibungkus daun. Di Indonesia, terutama dalam budaya Betawi, isiannya diubah menjadi ayam, telur asin, kelapa, atau sayuran.
Meski teknik pembungkusannya tetap serupa, cita rasa bakcang versi lokal lebih menyesuaikan lidah masyarakat Indonesia.
5. Lumpia
Lumpia memiliki kisah unik dalam sejarah kuliner Nusantara. Hidangan ini berkembang dari pertemuan pedagang Tionghoa dan masyarakat Jawa, yang akhirnya memadukan resep masing-masing.
Dari perpaduan tersebut lahirlah lumpia khas Semarang dengan isian rebung, ayam, atau udang yang bercita rasa gurih-manis. Kini, lumpia dikenal luas sebagai salah satu kuliner ikonik Indonesia dengan latar akulturasi budaya yang kuat. (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : insertlive.com














