NARASITODAY.COM, PARIS – Jaksa Penuntut Umum Paris secara resmi membuka investigasi terhadap lima produsen susu formula terbesar di dunia, menyusul krisis kontaminasi yang terus meluas dan laporan kematian tiga bayi di Prancis.
Penyelidikan ini menyeret nama-nama besar yang selama ini menjadi sandaran nutrisi bayi: Nestle, Danone, dan Lactalis, serta merek spesialis seperti Babybio dan La Marque en Moins. Investigasi ini dibuka atas dugaan penipuan barang yang membahayakan kesehatan manusia, sebuah pelanggaran yang terancam hukuman penjara hingga tujuh tahun dan denda 3,75 juta euro (Rp 74,25 miliar).
Jejak Toksin dalam Botol Susu
Pemicu utama kegaduhan global ini adalah cereulide, sejenis toksin tahan panas yang sanggup memicu mual hebat, muntah, hingga diare pada bayi. Kejaksaan Paris memutuskan mengambil alih kasus ini setelah banjir keluhan mengalir dari seluruh penjuru negeri, diperparah dengan penyelidikan Kementerian Kesehatan Prancis atas laporan tiga bayi yang meninggal dunia pasca-mengonsumsi produk terkait.
Meski demikian, otoritas kesehatan belum menetapkan vonis final. “Sejauh ini belum ada hubungan sebab akibat yang ditetapkan secara pasti,” tulis pernyataan Kementerian Kesehatan Prancis pada 11 Februari lalu.
Rantai Pasokan yang Ternoda
Akar masalah ini terungkap melalui kronologi yang dirilis Nestle. Jejak cereulide pertama kali terdeteksi di pabrik mereka di Belanda pada awal Desember. Sumbernya bukan dari mesin produksi, melainkan dari pemasok bahan baku minyak asam arakidonat (ARA) suplemen lemak yang krusial bagi susu formula.
Karena banyak perusahaan menggunakan pemasok yang sama, efek domino pun tak terelakkan. Penarikan produk kini telah meluas ke lebih dari 60 negara, mencakup merek-merek populer seperti SMA, Beba, Little Steps, hingga Aptamil dan Cow & Gate.
Di tengah tekanan ini, CEO Nestle Philipp Navratil menyampaikan permohonan maaf terbuka untuk meredam kepanikan orang tua.
“Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa keselamatan dan kesejahteraan Anda adalah prioritas utama kami,” ujar Navratil.
Guncangan di Lantai Bursa
Bukan hanya kesehatan bayi yang terancam, lantai bursa pun ikut bergejolak. Investor kini menanti laporan pendapatan dengan napas tertahan. Saham Danone telah merosot 5,5% sejak awal tahun, tertinggal jauh dari indeks Stoxx 600.
Analis Bernstein, Callum Elliott, menilai skandal ini merupakan pukulan telak bagi reputasi perusahaan, terutama bagi Danone yang menggantungkan 21% pendapatannya dari susu formula.
“Bagi Danone, formula bayi jauh lebih penting karena mencakup sekitar 21% dari pendapatan grup menurut perkiraan kami, dan porsinya lebih besar lagi dalam hal profitabilitas,” ungkap Elliott.
Kini, sementara para analis menghitung kerugian finansial, jutaan orang tua di seluruh dunia hanya bisa berharap pada ketelitian pemeriksaan batch produk di rumah mereka. Dengan adanya 36 laporan klinis bayi yang menunjukkan gejala keracunan di Inggris, otoritas keamanan pangan global baru saja menetapkan standar ambang batas toksin ini pada 2 Februari sebuah langkah yang bagi sebagian orang terasa terlambat di tengah badai yang sudah telanjur pecah.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














