Ledakan Hancurkan Fasilitas Polisi Militer Rusia dekat St Petersburg

0
Petersburg
Ilustrasi Pemandangan senja industri di latar belakang pinggiran kota Moskow.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SERTOLOVO – Suasana tenang di kota kecil Sertolovo, wilayah utara St. Petersburg, berubah menjadi horor pada Selasa (17/2/2026). Sebuah ledakan hebat menghantam fasilitas polisi militer Rusia, menghancurkan struktur bangunan dan merenggut sedikitnya tiga nyawa di tanah kelahiran Presiden Vladimir Putin.

Saksi mata dan rekaman amatir yang beredar di media sosial Rusia memperlihatkan pemandangan mengerikan yaitu dua lantai teratas bangunan era Soviet itu amruk seketika. Debu beton membubung tinggi, menyelimuti tumpukan puing besar yang kini mengelilingi kerangka gedung yang rusak parah.

Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu di tengah suhu dingin yang menusuk. Namun, misi kemanusiaan ini dibayangi bahaya besar karena kondisi struktur bangunan yang sudah tidak stabil.

Baca Juga :  DPU Bogor Pasang Bronjong di Cigudeg, Antisipasi Banjir Susulan di Sungai Cipangaur

Laporan dari situs berita Lenta menyebutkan adanya kekhawatiran mendalam bahwa sisa bangunan bisa kembali runtuh sewaktu-waktu, mengancam nyawa petugas yang tengah menyisir reruntuhan. Gubernur Wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, mengonfirmasi bahwa personel militer dan aparat keamanan telah dikerahkan secara masif ke lokasi.

“Penyebab runtuhnya gedung masih dalam penyelidikan,” ujar Drozdenko singkat, sembari menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah mengevakuasi kemungkinan korban yang masih terjebak di bawah beton.

Komite Investigasi Rusia, lembaga yang menangani kejahatan luar biasa, segera turun tangan. Untuk saat ini, arah penyelidikan difokuskan pada dugaan pelanggaran prosedur keamanan.

Baca Juga :  Warga Ketakutan Saat Serangan Rusia Hantam Kota Kharkiv dan Wilayah Sekitarnya

“Secara awal telah ditetapkan bahwa terdapat korban jiwa akibat insiden ini,” bunyi pernyataan resmi dari Komite Investigasi Rusia.

Meski pihak berwenang membuka penyelidikan terkait pelanggaran keselamatan kebakaran, spekulasi di lapangan berkembang liar. Selama hampir empat tahun sejak invasi ke Ukraina dimulai, fasilitas militer Rusia kerap menjadi sasaran sabotase.

Di sisi lain, kebocoran gas sering kali menjadi “tersangka” utama dalam ledakan gedung-gedung tua di Rusia. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada indikasi resmi yang mengarah ke salah satu faktor tersebut.

Baca Juga :  Aspirasi Memenuhi Baleg DPR, Koalisi Sipil Dorong RUU PPRT yang Berkeadilan dan Tak Kalah dari Filipina

Ledakan di Sertolovo ini meletus tepat saat para diplomat Rusia dan Ukraina memulai putaran baru perundingan di Jenewa yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Di saat puing-puing bangunan di pinggiran St. Petersburg masih berasap, para negosiator di Swiss dijadwalkan duduk bersama selama dua hari. Namun, banyak pihak pesimistis perundingan ini akan membuahkan hasil besar, mengingat kedua negara masih terkunci dalam posisi yang saling berseberangan terkait isu wilayah dan jaminan keamanan masa depan.

Kini, Sertolovo hanya bisa terdiam menunggu jawaban, sementara tim penyelamat terus menggali di antara debu dan reruntuhan untuk mencari mereka yang hilang.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com